Kakorlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho, terjun langsung melakukan survei lapangan untuk memastikan kesiapan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan menjelang masa mudik Lebaran 2026. Uniknya, Kakorlantas bersama jajaran pejabat utama dan stakeholder melakukan pemantauan langsung menggunakan kendaraan roda dua dari pagi hingga sore hari.
Fokus peninjauan dilakukan di jalur fungsional mulai dari Sadang hingga Setu. Jalur ini diproyeksikan menjadi solusi krusial untuk memecah kepadatan arus lalu lintas, terutama saat puncak arus balik nanti.
Perbaikan Dikebut, Target 3 Hari Selesai
Irjen Agus menyampaikan bahwa secara keseluruhan jalur sudah siap dilalui, meski ditemukan dua titik yang masih dalam proses pengerjaan.
“Sampai hari ini kami cek ada dua titik yang masih dalam perbaikan dan berkaitan dengan itu dari pihak pengelola jalan tol 2-3 hari lagi sudah selesai, jadi di kilometer 16 dan kilometer 13. Jadi dari Sadang sampai Setu nanti akan kita gunakan pada saat arus balik, ini sudah kita pastikan dan kita cek hari ini sudah jalan, dari Sadang sampai Bojongmangu nanti bisa digunakan pada saat arus mudik dan arus balik,” tegas Kakorlantas.
Skenario Penguraian Macet
Tol Japek II Selatan ini akan memainkan peran penting dalam mengalihkan arus kendaraan dari arah Bandung menuju Jakarta yang biasanya menumpuk di Cikampek.
-
Ruas Sadang – Bojongmangu: Akan dioperasikan secara fungsional baik untuk arus mudik maupun arus balik.
-
Ruas Sadang – Setu: Disiapkan khusus untuk membantu kelancaran arus balik.
Korlantas juga sudah menyiapkan skema traffic contingency di titik-titik krusial, terutama pada akses keluar (exit) di Bojongmangu dan Setu. Polisi akan berjaga di pos-pos strategis untuk mengatur apakah kendaraan harus dialihkan ke kanan atau ke kiri guna menghindari penumpukan volume kendaraan yang ekstrem.
Tak hanya mengandalkan personel di lapangan, Korlantas Polri akan memanfaatkan teknologi terkini untuk memantau pergerakan kendaraan di jalur tol utama maupun jalur fungsional secara real-time.
“Kami mengharapkan lalu lintas bisa lancar. Di samping itu kami juga akan menggunakan teknologi untuk memantau baik yang berada di jalan tol termasuk yang berada di jalan fungsional, yang kami antisipasi justru pada saat exit di ujung baik di Bojongmangu, baik nanti ada di Setu,” tutupnya.