Wilayah Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, kini berubah menjadi lautan air. Bencana banjir besar melanda kawasan tersebut pada Senin (9/3/2026), dengan ketinggian air yang sangat ekstrem mencapai 5,5 meter.
Pemerintah Provinsi Banten mengonfirmasi bahwa pemicu utama musibah ini adalah jebolnya tanggul di saluran pembuangan Kali Sabi. Luapan air yang tak terbendung dari sungai tersebut dengan cepat menenggelamkan permukiman warga.
Kondisi Titik Terparah
Berdasarkan data BPBD Kota Tangerang hingga pukul 12.00 WIB, terdapat 22 titik banjir yang tersebar di tiga kelurahan: Periuk, Gembor, dan Gebang Raya. Lokasi dengan dampak paling mengerikan meliputi:
-
Perumahan Periuk Damai (RW 008): Kedalaman air mencapai 5,5 meter, hampir menenggelamkan seluruh bangunan rumah.
-
Villa Mutiara Pluit (RW 011): Banjir setinggi 3 meter.
-
Perumahan Total Persada Raya (RW 008): Banjir setinggi 3 meter.
Ribuan Warga Dievakuasi
Skala dampak banjir ini sangat masif, mencatat lebih dari 13.000 jiwa terdampak, mulai dari balita hingga lansia. Hingga saat ini, sebanyak 6.842 jiwa telah berhasil dievakuasi ke berbagai posko pengungsian di masjid, balai warga, hingga sarana olahraga.
Kepala Dinas PUPR Provinsi Banten, Arlan Marzan, menyatakan bahwa penanganan darurat sedang dilakukan dengan pemasangan karung-karung pasir untuk menyumbat titik tanggul yang jebol.
Selain faktor tanggul yang jebol, Arlan menyoroti masalah kronis berupa penyempitan dan pendangkalan (sedimentasi) di sepanjang aliran Kali Sabi. Guna mempercepat surutnya air, Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) telah mengerahkan pompa-pompa air ke lokasi terdampak.