JAKARTA – Serangan udara Israel menghantam kota Jibchit di Lebanon selatan meski gencatan senjata masih berlaku. Sedikitnya lima orang dari satu keluarga tewas akibat gempuran tersebut.
Kantor berita Lebanon National News Agency (NNA), dikutip Anadolu Agency Rabu (29/4/2026), melaporkan serangan itu menargetkan bangunan milik keluarga Bahja di area al-Jabal. Bangunan hancur dan menewaskan Mohammad Jawab Bahja, istrinya Lotfiya, Amani Jaber, serta dua anak, Mariam Hilal Bahja dan Ali al-Rida Hilal Bahja.
Tim penyelamat bekerja sepanjang malam membersihkan puing-puing dan mengevakuasi jenazah korban.
Lebanon terseret dalam perang Timur Tengah sejak 2 Maret, setelah Hizbullah meluncurkan roket ke Israel sebagai balasan atas kematian mantan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan AS-Israel. Israel kemudian membalas dengan serangan udara dan pengerahan pasukan darat ke Lebanon selatan, basis utama Hizbullah.
Data resmi pemerintah Lebanon mencatat lebih dari 2.500 orang tewas dan 7.750 lainnya luka-luka akibat serangan Israel. Lebih dari 1,6 juta warga terpaksa mengungsi sejak awal konflik.
Gencatan senjata diberlakukan sejak 17 April dan diperpanjang pada 24 April melalui mediasi AS. Namun, Israel dan Hizbullah saling menuduh melakukan pelanggaran.