SLEMAN — Pembangunan ruas Tol Prambanan-Purwomartani masih dihadapkan pada sejumlah kendala, meski progresnya telah melampaui 90 persen. Penyelesaian konstruksi ditargetkan tuntas pada September 2026.
Ruas sepanjang 11,48 kilometer (km) itu merupakan bagian dari Seksi 1.2 Klaten-Purwomartani yang membentang sejauh 20,075 km dalam jaringan Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulonprogo.
Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ), Rudy Hardiansyah, mengungkapkan bahwa kendala utama yang dihadapi saat ini adalah pembangunan bundaran sebagai titik pertemuan arus dari arah Yogyakarta dan Solo. Di samping itu, proses pembebasan lahan untuk bundaran tersebut juga belum rampung sepenuhnya.
Bundaran itu dinilai krusial guna menghindari simpang sebidang di titik pertemuan antara akses tol dan jalan arteri.
“Mudah-mudahan kalau perhitungan kami sesuai jadwal kontrak kita dengan pelaksana konstruksi bahwa konstruksi kita itu selesai di September (2026),” kata Rudy, dikutip dari Detik.com, Rabu (11/3/2026).
Adapun segmen Klaten-Prambanan yang masuk dalam paket yang sama telah lebih dulu beroperasi sejak pertengahan 2025.
Bila ruas Prambanan-Purwomartani berhasil beroperasi sesuai target, waktu tempuh Magelang-Sleman yang semula sekitar satu jam melalui jalan arteri dapat dipangkas menjadi hanya 10 menit.
“Jalan tol fungsional ini kurang lebih panjangnya 12 km. Kalau kita pakai kecepatan 40 km per jam, karena itu disyaratkan untuk jalan fungsional, kita bisa tempuh hanya sekitar 10 menit,” ujar Rudy.