JAKARTA – Presiden Iran, Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa setiap serangan terhadap Iran yang diluncurkan dari pangkalan militer Amerika Serikat di negara-negara tetangga tidak dapat diterima dalam kondisi apa pun.
Pernyataan itu disampaikan Pezeshkian dalam percakapan telepon dengan Sultan Oman Haitham bin Tariq, menurut laporan media pemerintah Iran, Rabu. Kedua pemimpin membahas situasi kawasan di tengah serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran serta dampaknya secara internasional.
“Setiap serangan terhadap Iran yang diluncurkan dari pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di wilayah negara-negara kawasan tidak dapat diterima dalam kondisi apa pun,” kata Pezeshkian, dilansir dari Anadolu, Jumat (13/3/2026).
Ia juga menyinggung serangan sebelumnya di Kota Minab, Iran selatan. “Pada awal perang brutal ini terjadi serangan terhadap sebuah sekolah di Minab yang menyebabkan 168 siswa gugur,” ujarnya.
Menanggapi laporan insiden di Pelabuhan Salalah, Oman, Pezeshkian menekankan bahwa operasi militer Iran hanya menargetkan lokasi yang terlibat langsung dalam serangan terhadap negaranya. Ia menambahkan penyelidikan menyeluruh akan dilakukan terkait insiden tersebut.
Ketegangan kawasan meningkat sejak 28 Februari, ketika AS dan Israel melancarkan serangan bersama ke Teheran dan sejumlah kota lain di Iran. Serangan itu menewaskan lebih dari 1.300 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei serta lebih dari 150 siswi sekolah. Iran kemudian membalas dengan meluncurkan rudal dan drone ke Israel, Yordania, Irak, serta sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS.