JAKARTA – Max Verstappen menyebut hari Jumatnya pada Grand Prix Fomula 1 China sebagai “bencana” setelah hanya lolos di posisi kedelapan untuk balapan sprint.
Juara dunia empat kali itu sudah kesulitan sejak sesi latihan bebas, tertinggal 1,8 detik dari George Russell yang mendominasi Mercedes. Dalam kualifikasi sprint, Verstappen mengeluhkan kendali RB22 yang buruk. Ia sempat berada di urutan ke-11 di SQ1, lalu naik ke posisi kesembilan dan kedelapan di segmen berikutnya, meski sempat keluar jalur di tikungan terakhir SQ2.
Selisih waktunya dengan Russell justru semakin melebar, dari 1,140 detik di SQ1 menjadi 1,734 detik di SQ3. Rekan setimnya, Isack Hadjar, finis di posisi ke-10.
“Sepanjang hari ini benar-benar bencana, dari segi kecepatan. Tidak ada cengkeraman, tidak ada keseimbangan, hanya kehilangan banyak waktu di tikungan. Itu masalah besar bagi kami,” keluh Verstappen kepada F1 TV dilansir dari Motorsport, Jumat (13/3/2026).
Ditanya apakah ada opsi pengaturan berbeda untuk kualifikasi utama dan balapan, Verstappen menjawab singkat: “Kita akan lihat. Saat ini saya tidak tahu apa yang bisa kita lakukan.”
Pembalap Red Bull itu datang ke Shanghai dengan sedikit harapan mengulang kemenangan yang diraihnya pada 2024. “Persaingan sangat ketat. Saya berharap jaraknya lebih dekat, tetapi jelas kami tidak bisa bersaing dengan mobil-mobil itu,” ujarnya dalam konferensi pers sehari sebelumnya.