JAKARTA – Gempa bumi terkini mengguncang wilayah Papua Barat pada Jumat (13/3/2026) malam.
Berdasarkan pemantauan data gempa real-time Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), aktivitas seismik terjadi di kawasan tersebut pada pukul 21.48 WIB.
Peristiwa tersebut terdeteksi berada di koordinat 4,67 Lintang Selatan dan 134,02 Bujur Timur yang termasuk wilayah West Papua Region, Indonesia.
Gempa yang telah terkonfirmasi itu memiliki kekuatan magnitudo 4,2 dengan kedalaman mencapai 59 kilometer di bawah permukaan bumi sehingga tergolong gempa menengah yang biasanya terasa ringan di sekitar pusat gempa.
Catatan aktivitas seismik menunjukkan rangkaian pemantauan dilakukan pada pukul 21.51 hingga 21.53 WIB dengan beberapa pembaruan analisis magnitudo menggunakan metode MLv.
Dalam data awal, gempa terdeteksi pada koordinat sekitar 4,72 LS dan 134,07 BT dengan kedalaman 19 kilometer sebelum analisis lanjutan memperbarui kekuatan gempa menjadi sekitar magnitudo 3,85 berdasarkan empat fase pembacaan sensor.
Beberapa menit kemudian, pembaruan data kembali mencatat aktivitas gempa pada koordinat 4,76 LS dan 134,13 BT dengan kedalaman 57 kilometer dan magnitudo sekitar 4,29 menurut perhitungan MLv dengan 12 fase data seismik.
Analisis lanjutan yang dilakukan pada pukul 21.53 WIB kemudian mengonfirmasi pusat gempa berada pada koordinat 4,67 LS dan 134,02 BT dengan kedalaman 59 kilometer serta kekuatan magnitudo 4,20.
Pemantauan sensor gempa mencatat setidaknya 28 fase pembacaan data yang memperkuat status kejadian tersebut sebagai gempa yang telah terkonfirmasi oleh sistem pemantauan seismik.
Hingga laporan ini disusun, belum terdapat informasi resmi mengenai dampak kerusakan maupun laporan korban dari wilayah sekitar pusat gempa.
Namun aktivitas gempa di wilayah Papua Barat memang tergolong sering terjadi karena kawasan tersebut berada di jalur tektonik aktif yang dipengaruhi pergerakan lempeng bumi di kawasan timur Indonesia.
Masyarakat di sekitar wilayah Papua Barat diimbau tetap tenang namun waspada serta mengikuti informasi resmi dari lembaga pemantau gempa apabila terjadi gempa susulan.***