Di tengah bayang-bayang konflik Timur Tengah yang kian memanas, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membawa pesan penenang bagi masyarakat. Ia memastikan bahwa stok Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional berada dalam kondisi aman, dan yang paling penting: harga BBM tidak akan naik hingga Lebaran 2026 tiba.
Langkah ini diambil pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah momentum hari raya. Bahlil menegaskan bahwa meski harga minyak mentah dunia kini telah menyentuh angka 100 dollar AS per barel—jauh melampaui asumsi APBN 2026 yang hanya 70 dollar AS per barel—pemerintah tetap akan memberikan perlindungan ekstra.
Fokus utama pemerintah adalah menjaga stabilitas harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar. Bahlil menjamin beban lonjakan harga dunia tidak akan langsung dilemparkan ke pundak rakyat.
“Saya ingin mengatakan, bahwa sampai selesai hari raya, subsidi BBM tetap masih di dalam kendali pemerintah. Kita tidak ingin semua beban itu diserahkan kepada rakyat,” ujar Bahlil di Kementerian ESDM, Selasa (17/3/2026).
Elpiji dan Listrik Juga dalam Kondisi “Hijau”
Tak hanya soal BBM, Bahlil juga memaparkan bahwa ketersediaan elpiji dan stok batu bara untuk pembangkit listrik masih berada di atas batas minimum stok nasional. Artinya, masyarakat tidak perlu khawatir akan adanya kelangkaan energi selama masa mudik dan Lebaran nanti.
Meski ketegangan belum mereda, Bahlil mengungkapkan adanya kabar positif dari Selat Hormuz, jalur krusial distribusi energi dunia. Saat ini, mulai ada kebijakan “tutup buka” yang memungkinkan kapal-kapal pengangkut energi (selain dari negara yang berkonflik langsung seperti Israel dan Amerika) untuk melintas.
“Ini sebenarnya adalah sebuah perkembangan yang positif bagi lalu lintas energi global,” pungkasnya. Perkembangan ini diharapkan dapat menjaga stabilitas pasokan energi menuju tanah air agar tetap lancar tanpa hambatan berarti.