Investigasi besar-besaran kini menyasar menara pengawas Bandara LaGuardia setelah tabrakan fatal antara pesawat Air Canada dan kendaraan darurat. Rekaman audio pengendali lalu lintas udara (Air Traffic Control/ATC) sesaat sebelum kejadian mengungkap adanya instruksi yang membingungkan dan berubah-ubah.
Dalam rekaman tersebut, petugas awalnya memberikan izin bagi truk pemadam kebakaran untuk melintasi landasan pacu. Namun, hanya dalam hitungan detik, petugas yang sama terdengar berteriak panik, “Stop, stop, stop!” kepada pengemudi truk. Di saat yang bersamaan, petugas juga memerintahkan pesawat Delta Airlines lain yang akan mendarat untuk melakukan go-around (terbang kembali).
Dugaan Krisis Personel di Menara Pengawas
Kivanc Avrenli, pakar keselamatan penerbangan dari Syracuse University, menyoroti kemungkinan adanya kekurangan staf. Dari rekaman audio, terdengar satu suara yang sama mengeluarkan instruksi baik untuk pergerakan di darat maupun lalu lintas udara.
“Ini memunculkan kemungkinan bahwa satu petugas menangani kedua tugas sekaligus. Meski secara teknis memungkinkan, hal ini sangat jauh dari ideal untuk bandara sesibuk LaGuardia,” ujar Avrenli. Penyelidik kini fokus mencari tahu mengapa izin yang bertabrakan bisa dikeluarkan dan apakah sistem peringatan dini berfungsi saat itu.
Fakta-Fakta Memilukan dari Lokasi Kejadian
Kecelakaan ini merobek bagian depan pesawat dan merenggut nyawa dua pilot Air Canada. Namun, sebuah keajaiban dilaporkan oleh mitra BBC, CBS News: seorang pramugari ditemukan hidup di luar reruntuhan pesawat, masih dalam kondisi terikat di kursi tugasnya. Ia mengalami luka serius namun nyawanya berhasil diselamatkan.
Rangkuman Dampak Kecelakaan:
- Korban Jiwa: 2 Pilot Air Canada tewas di lokasi.
- Luka-Luka: 41 penumpang dan awak pesawat serta 2 petugas pemadam kebakaran dilarikan ke rumah sakit.
- Kondisi Truk: Truk pemadam tersebut sebenarnya tengah merespons panggilan bantuan dari pesawat lain saat insiden terjadi.
- Status Bandara: LaGuardia sempat ditutup total selama berjam-jam, namun penerbangan terbatas dijadwalkan akan segera pulih.
Badan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) telah terjun ke lapangan untuk membersihkan puing-puing dan mengumpulkan data kotak hitam. Tragedi ini menjadi pengingat keras bagi otoritas penerbangan tentang risiko kelelahan atau kurangnya personel di pos-pos krusial bandara.