JAKARTA – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan arus balik Lebaran gelombang kedua mulai menunjukkan pergerakan signifikan dengan pengaturan lalu lintas yang diterapkan secara fleksibel menyesuaikan kondisi terkini di lapangan.
Dalam keterangannya di Command Center KM 29, Jumat (27/3/2026) Menhub menyebut volume kendaraan secara umum masih berada dalam batas prediksi, namun sejumlah titik mengalami perlambatan akibat kepadatan di area peristirahatan yang menjadi pusat aktivitas pemudik.
Didampingi Kakorlantas Polri Agus Suryonugroho dan Direktur Utama Jasa Marga Rivan Achmad Purwantono, pemerintah menegaskan rekayasa lalu lintas seperti one way dilakukan secara situasional demi menjaga kelancaran arus kendaraan.
Menhub menekankan pentingnya kesiapan pemudik dalam merencanakan perjalanan arus balik dengan memanfaatkan teknologi informasi agar tidak terjebak kemacetan yang bisa dihindari sejak awal.
Aplikasi Travoy disebut menjadi salah satu solusi utama bagi pemudik untuk memantau kondisi lalu lintas secara real-time termasuk kepadatan rest area yang kerap menjadi titik krusial.
“Rekayasa lalu lintas kami lakukan secara dinamis berdasarkan data dan kondisi lapangan, sehingga masyarakat diharapkan aktif mengikuti informasi resmi agar perjalanan tetap lancar,” ujar Dudy dalam keterangannya.
Selain itu, pemudik juga diminta memperhatikan ketersediaan fasilitas di rest area seperti kapasitas parkir, bahan bakar, hingga stasiun pengisian kendaraan listrik guna menghindari antrean panjang.
Pengelolaan rest area sendiri dilakukan secara adaptif, termasuk pengaturan buka-tutup yang disesuaikan dengan lonjakan jumlah kendaraan demi mencegah penumpukan berlebih.
Sementara itu, pihak kepolisian melalui Korlantas akan memberikan penjelasan teknis terkait penerapan sistem one way parsial di sejumlah ruas tol yang menjadi jalur utama arus balik.
Di sisi lain, Jasa Marga memastikan seluruh fasilitas jalan tol tetap beroperasi optimal untuk mendukung kelancaran perjalanan pemudik hingga puncak arus balik berakhir.***