JAKARTA – Libur Lebaran selalu menjadi momen yang dinanti untuk berkumpul bersama keluarga. Di tengah banyaknya pilihan destinasi wisata, Taman Margasatwa Ragunan kembali hadir sebagai salah satu tujuan favorit masyarakat yang ingin menikmati suasana liburan yang berbeda tidak hanya rekreatif, tetapi juga edukatif.
Tahun 2026 ini, Ragunan mengusung tema “Lebaran Asyik di Ragunan, Bersama Satwa Tebar Cinta, Raih Keberkahan.” Tema tersebut bukan sekadar slogan, melainkan ajakan bagi pengunjung untuk merasakan makna Lebaran yang lebih luas, termasuk menumbuhkan rasa kasih sayang terhadap satwa. Diberikan melalui wawancara tertulis dengan Humas Taman Margasatwa Ragunan Wahyudi Bambang P. kepada Garuda TV.
Begitu memasuki kawasan Ragunan, pengunjung akan disambut dengan dekorasi tematik yang mencerminkan suasana Lebaran. Nuansa hangat dan meriah terasa di berbagai sudut taman, menciptakan suasana yang cocok untuk bersantai sekaligus mengabadikan momen bersama keluarga.
Namun, daya tarik utama Ragunan bukan hanya pada suasananya. Beragam kegiatan edukatif menjadi pengalaman yang tak terlupakan, terutama bagi anak-anak. Salah satunya adalah program Keeper Talk, di mana pengunjung dapat mendengarkan langsung penjelasan dari penjaga satwa mengenai kehidupan hewan-hewan di sana.
Selain itu, ada juga sesi feeding time yang memungkinkan pengunjung melihat secara langsung proses pemberian makan satwa. Dari orangutan hingga harimau benggala, setiap momen memberikan pengalaman unik yang jarang ditemukan di tempat lain.
Bagi anak-anak, pengalaman ini bukan hanya menyenangkan, tetapi juga membuka wawasan. Mereka belajar mengenal satwa, memahami habitatnya, serta pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Sementara itu, orang tua dapat memanfaatkan momen ini sebagai sarana edukasi bagi anak-anak, sekaligus menikmati waktu berkualitas bersama keluarga di ruang terbuka yang luas dan hijau.
Tak hanya menawarkan pengalaman rekreasi dan edukasi, Ragunan juga dikenal sebagai destinasi wisata yang ramah di kantong. Dengan harga tiket masuk yang relatif murah, masyarakat dari berbagai kalangan dapat menikmati liburan tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Hal ini menjadi salah satu alasan kuat mengapa Ragunan selalu dipadati pengunjung setiap musim liburan, termasuk saat Lebaran.
Di balik pengalaman tersebut, Ragunan juga melakukan berbagai persiapan untuk memastikan kenyamanan pengunjung. Mulai dari penambahan lahan parkir hingga pengerahan ratusan petugas untuk menjaga keamanan dan pelayanan.
Menariknya, Ragunan tidak buka pada hari pertama Lebaran. Hal ini dilakukan agar pengelola dapat memastikan seluruh fasilitas dan kesiapan operasional berada dalam kondisi optimal sebelum menerima pengunjung.
Dengan jam operasional yang dimulai lebih awal, yaitu pukul 06.00 WIB, pengunjung memiliki lebih banyak waktu untuk menjelajahi kawasan tanpa harus terburu-buru.
Target ratusan ribu pengunjung selama libur Lebaran menunjukkan betapa besarnya antusiasme masyarakat terhadap Ragunan. Namun lebih dari itu, Ragunan berupaya memberikan pengalaman yang tidak hanya ramai, tetapi juga bermakna.
Di tengah hiruk pikuk kota, Ragunan menjadi ruang di mana manusia dapat kembali terhubung dengan alam. Di tempat ini, tawa anak-anak, kebersamaan keluarga, dan kehadiran satwa berpadu menjadi satu pengalaman yang utuh.
Lebaran di Ragunan bukan sekadar liburan. Ini adalah perjalanan kecil untuk belajar, merasakan, dan menghargai kehidupan dari sudut pandang yang berbeda. (ACH)