Bekerja dari rumah (Work From Home) memang juara soal fleksibilitas. Kita bisa bekerja pakai daster atau sarung sambil ngopi santai. Namun, di balik kenyamanan itu, banyak pejuang WFH yang justru mengeluh lebih sering sakit kepala dibandingkan saat ngantor.
Menurut Dr. Vivek Barun, Konsultan Neurologi dari Artemis Hospitals, fenomena ini bukan kebetulan. Sakit kepala saat WFH biasanya lahir dari kombinasi kebiasaan sepele yang sering kita abaikan.
1. Jebakan “Sofa Empuk” dan Postur Tubuh
Siapa yang hobi kerja sambil rebahan di kasur atau meringkuk di sofa? Hati-hati, posisi ini adalah musuh utama leher dan punggung.
Dr. Barun menjelaskan bahwa postur yang tidak ergonomis memberikan tekanan berlebih pada otot leher dan bahu. Tekanan inilah yang memicu tension headache—rasa nyeri yang rasanya seperti kepala sedang diikat kencang.
2. Siksaan “Layar Digital” Tanpa Jeda
WFH sering kali membuat kita lupa waktu di depan laptop atau ponsel. Menatap layar lebih dari dua jam tanpa henti memicu digital eye strain (kelelahan mata digital).
“Layar komputer dalam waktu lama menyebabkan mata kering dan penglihatan kabur, yang ujung-ujungnya meledak menjadi sakit kepala,” jelas Barun. Ditambah lagi jika pencahayaan ruanganmu terlalu redup atau justru terlalu silau, mata akan bekerja dua kali lebih keras.
3. Dehidrasi yang Tak Disadari
Terlalu fokus mengejar deadline sering membuat kita lupa minum. Padahal, saat tubuh kekurangan cairan, aliran oksigen ke otak akan terhambat. Hasilnya? Kepala mulai terasa berat dan nyeri. Jangan tunggu sampai haus atau urin berwarna pekat, karena itu tandanya kamu sudah telanjur dehidrasi.
Kapan Harus Waspada?
Sakit kepala biasa akibat WFH umumnya hilang dengan istirahat atau peregangan. Namun, waspadalah jika muncul gejala Migrain:
-
Nyeri berdenyut hebat (biasanya di satu sisi).
-
Disertai rasa mual.
-
Sangat sensitif terhadap cahaya atau suara bising.
Tips Jitu “Anti-Pening” Saat WFH
Agar tetap produktif tanpa gangguan sakit kepala, terapkan langkah simpel ini:
-
Gunakan Kursi Tegak: Pastikan posisi duduk mendukung tulang belakang.
-
Aturan 20-20-20: Setiap 20 menit bekerja, lihatlah objek sejauh 20 kaki (6 meter) selama 20 detik untuk mengistirahatkan mata.
-
Siapkan Botol Minum: Letakkan air minum di meja kerja agar mudah dijangkau.
-
Peregangan Ringan: Jangan duduk lebih dari satu jam tanpa berdiri atau berjalan kecil.
Ingat, produktivitas memang penting, tapi kesehatanmu adalah modal utamanya. Jangan sampai niat hati ingin nyaman di rumah, malah berakhir dengan obat sakit kepala setiap hari.