JAKARTA – Pemerintah melalui berbagai lembaga terus memperbarui sistem peringatan dini bencana, khususnya gempa bumi dan tsunami, guna meningkatkan kesiapsiagaan nasional terhadap potensi bencana alam.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menegaskan bahwa peningkatan kapasitas sistem peringatan dini menjadi prioritas utama pemerintah bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Pemerintah pusat, BNPB dan BMKG di empat tahun terakhir ini sudah berusaha meningkatkan kemampuan peringatan dini terkait gempa bumi, tsunami,” ujar Suharyanto dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (2/4).
Upaya tersebut tidak hanya berhenti pada kebijakan, tetapi juga diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur peringatan dini di berbagai daerah rawan bencana.
Wilayah seperti Sulawesi Utara dan Maluku Utara menjadi contoh implementasi nyata, di mana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah dilengkapi perangkat teknologi peringatan dini.
“Sekarang baik di Sulawesi Utara dan di Maluku Utara, masing-masing BPBD sudah dilengkapi dengan alat-alat peringatan dini yang teknologi oleh BMKG di sepanjang laut atau pantai-pantai, dan BNPB juga sudah membangun pusat pengendalian operasi dan sirine-sirine,” jelasnya.
Efektivitas sistem ini terbukti saat gempa yang terjadi pada Kamis pagi berhasil terdeteksi dan direspons dengan cepat melalui sistem peringatan yang aktif.
Suharyanto mengungkapkan bahwa dirinya memantau langsung situasi melalui laporan BPBD di daerah terdampak.
“Terjadinya gempa tadi pagi ini saya monitor. Dan laporan dari Kalaksa BPBD, baik Sulawesi Utara dan Maluku Utara ini sirinenya berbunyi, sehingga paling tidak masyarakat bisa mendapatkan informasi awal tentang terjadinya bencana gempa bumi, bahkan ada potensi tsunami,” tuturnya.
Berfungsinya sirine peringatan dini dinilai menjadi indikator penting bahwa sistem mitigasi bencana yang dibangun pemerintah berjalan optimal dan mampu memberikan peringatan awal kepada masyarakat.
Ke depan, pemerintah menargetkan penguatan sistem peringatan dini gempa akan terus diperluas agar seluruh wilayah rawan bencana dapat terjangkau secara maksimal.***