Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) akhirnya buka suara terkait “sengkarut” label Indonesia Game Rating System (IGRS) yang mendadak muncul di platform Steam. Kemunculan label tersebut sempat memicu kegaduhan di kalangan gamer Indonesia karena dianggap sebagai langkah pembatasan sepihak. Namun, Komdigi menegaskan bahwa hal tersebut murni akibat “salah sambung” teknis dari pihak Steam.
Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Komdigi, Sonny Hendra Sudaryana, memberikan klarifikasi mendalam mengenai munculnya rating IGRS di platform Steam yang viral baru-baru ini. Menurutnya, tampilan tersebut bukanlah hasil verifikasi final pemerintah, melainkan dampak dari uji coba teknis yang dilakukan secara sepihak oleh internal Steam tanpa persetujuan resmi.
“Belum ada nota kesepahaman (MoU) atau integrasi sistem (API) resmi antara kami dan Steam. Pihak Steam sudah menarik kembali (rollback) tampilan tersebut hingga koordinasi lebih lanjut selesai,” ungkap Sonny, Senin (6/4/2026).
5 Poin Kunci di Balik Gaduh Rating Steam
1. Steam “Curi Start” Tanpa MoU
Hingga saat ini, belum ada kerja sama legal antara Komdigi dan Steam. Rencananya, penandatanganan MoU baru akan dilakukan pada Mei 2026. Munculnya rating tempo hari murni inisiatif Steam yang menaikkan fitur uji coba sebelum waktunya.
2. Masih Penilaian Mandiri (Self-Assessment)
Rating yang sempat muncul di Steam hanyalah hasil kuesioner mandiri dari pengembang gim, bukan hasil verifikasi pemerintah. IGRS yang sah harus melalui proses verifikasi oleh tim tester pemerintah guna mendapatkan sertifikat resmi.
3. Meluruskan Label ‘Unfit for Distribution’
Terkait label yang dianggap “menyeramkan” oleh netizen ini, Sonny menjelaskan bahwa kategori tersebut hanya ditujukan bagi gim yang mengandung judi terbuka (fitur cash-out) atau pornografi. Untuk gim kategori 18+, tetap diperbolehkan beredar selama penggunanya sesuai usia.
4. Menuju Standar Global (IARC)
Indonesia berencana bergabung dengan International Age Rating Coalition (IARC). Tujuannya agar gim lokal bisa langsung menembus pasar Eropa atau Amerika tanpa sertifikasi ulang. Meski mengadopsi standar global, Indonesia akan tetap menerapkan logika rating yang sesuai dengan nilai budaya lokal.
5. Target Implementasi Juni 2026
Pemerintah menargetkan seluruh integrasi dengan toko aplikasi (termasuk Google Play dan App Store) rampung pada Juni 2026. Saat ini, pihak Steam sedang dijadwalkan untuk melakukan pertemuan daring dengan Komdigi guna sinkronisasi lebih lanjut.
Sonny mengingatkan bahwa IGRS bukan sekadar alat sensor, melainkan panduan bagi orang tua. “Ini soal memberikan informasi ‘bahan baku’ atau konten dari sebuah gim, sehingga orang tua tahu apa yang dikonsumsi anak mereka di dunia digital,” pungkasnya.