Polemik seputar label Indonesia Game Rating System (IGRS) di platform Steam akhirnya mendapat titik terang. Di tengah kekhawatiran para gamer mengenai salah sasaran rating—seperti gim ramah anak yang mendadak berlabel 18+—Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan bahwa sistem ini sejatinya hadir sebagai “benteng” pelindung, bukan penghambat kreativitas.
Jagat media sosial belakangan ini diramaikan oleh perdebatan para gamer terkait munculnya label Indonesia Game Rating System (IGRS) di Steam. Banyak pengguna mengeluh karena klasifikasi usia yang muncul dianggap tidak akurat. Namun, apa sebenarnya IGRS dan mengapa pemerintah begitu gigih menerapkannya?
Apa Itu IGRS?
IGRS adalah sistem klasifikasi usia resmi milik Indonesia untuk permainan interaktif elektronik. Sederhananya, IGRS adalah “label nutrisi” bagi sebuah gim. Ia memberitahu pemain dan orang tua apakah konten di dalamnya—mulai dari kekerasan, bahasa kasar, unsur horor, hingga simulasi perjudian—layak dikonsumsi oleh kelompok usia tertentu.
Kategori Usia IGRS:
-
Semua Umur (SU)
-
3+ (Balita)
-
7+ (Anak-anak)
-
13+ (Remaja)
-
18+ (Dewasa)
Lahir sejak 2016, IGRS kini diperkuat melalui PP TUNAS Nomor 17 Tahun 2025. Menkomdigi Meutya Hafid menegaskan bahwa sistem ini menjadikan Indonesia sebagai pelopor di kawasan yang memiliki standar rating sendiri sesuai dengan nilai budaya dan kearifan lokal.
“Kebijakan ini gratis bagi pengembang lokal. Tujuannya sebagai jembatan, bukan penghambat. Kita melindungi anak-anak sekaligus mempercepat daya saing gim nasional di kancah global,” ungkap Meutya Hafid dalam peluncuran IGRS di Bali beberapa waktu lalu.
Meluruskan “Salah Sambung” di Steam
Terkait keanehan rating yang muncul di Steam—seperti gim keluarga yang mendadak berlabel Dewasa—Komdigi memberikan klarifikasi tegas. Ternyata, rating yang beredar tersebut bukan hasil verifikasi resmi pemerintah.
Direktur Pengembangan Ekosistem Digital, Sonny Hendra Sudaryana, menjelaskan bahwa label yang muncul di Steam saat ini masih berbasis mekanisme self-declare atau penilaian mandiri dari pengembang, bukan hasil kurasi tim ahli Komdigi.
“Rating yang beredar tersebut bukan klasifikasi resmi IGRS. Hal ini berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik terkait kelayakan usia suatu gim,” tegas Sonny.
IGRS hadir bukan untuk memblokir hobi Anda, melainkan untuk memberikan transparansi. Dengan rating yang akurat, orang tua bisa lebih bijak memfilter konten digital bagi anak-anak mereka, sementara pemain dewasa tetap bisa menikmati gim favoritnya sesuai kategori yang tepat.