JAKARTA – Bruno Fernandes menjadi sasaran gelombang kritik setelah Portugal gagal melaju lebih jauh di Piala Dunia 2026.
Kapten Manchester United itu memilih menonaktifkan kolom balasan pada unggahan terbarunya di media sosial.
Keputusan itu diambil setelah ia menerima banyak komentar bernada kasar dari pendukung Cristiano Ronaldo.
Sebagian penggemar menuding Fernandes sengaja menghambat permainan Ronaldo sepanjang turnamen.
Tuduhan tersebut mencuat sejak Portugal ditahan Republik Demokratik Kongo 1-1 pada fase grup.
Selain Fernandes, Vitinha, Joao Neves, dan Pedro Neto juga menjadi sasaran kritik serupa.
Mereka dituduh tidak memberi dukungan maksimal kepada Ronaldo di lini depan.
Fernandes akhirnya menyampaikan pesan emosional setelah perjalanan Portugal berakhir.
“Saya sedih, frustrasi, dan kecewa,” ungkapnya seperti dikutip Daily Mail, Jumat.
“Kelompok pemain ini membuat harapan saya begitu tinggi.”
“Bukan hanya karena kualitasnya, tetapi juga karena ikatan luar biasa yang kami bangun selama bertahun-tahun.”
“Terima kasih kepada seluruh pemain, tim pelatih, dan staf yang mendampingi kami setiap hari di Piala Dunia.”
“Untuk seluruh rakyat Portugal, terima kasih atas dukungan dan kepercayaan kalian.”
Meski begitu, unggahan tersebut kembali dibanjiri komentar negatif.
Banyak pengguna media sosial tetap menuduh Fernandes sebagai penyebab menurunnya performa Ronaldo.
Sejumlah komentar bahkan menyebut gelandang berusia 31 tahun itu haus sorotan.
Ada pula yang menilai penutupan kolom komentar sebagai bukti ia tak mampu menghadapi kritik.
Namun tidak semua warganet sepakat dengan tuduhan tersebut.
Sebagian menilai usia Ronaldo menjadi faktor utama menurunnya efektivitas di lapangan.
Mereka menegaskan rekan-rekan setim tetap berusaha mengalirkan bola kepada sang kapten.
Menurut mereka, Ronaldo kini lebih sulit menciptakan ruang di area sempit.
Perdebatan semakin memanas setelah Katia Aveiro ikut menjadi sorotan.
Kakak Ronaldo menyukai unggahan yang mengkritik performa Fernandes.
Unggahan itu membandingkan kontribusi Fernandes dengan Raphinha yang juga sedang menuai kritik.
Katia juga menulis komentar yang memicu spekulasi adanya konflik internal Portugal.
“Entah bagaimana mereka lupa cara mengoper.”
“Mereka lupa merebut bola dan melancarkan serangan balik.”
“Permainan hanya berputar dengan umpan ke belakang di lini tengah.”
“Piala Dunia yang sangat aneh.”
Portugal akhirnya tersingkir pada babak 16 besar.
Mereka kalah 0-1 dari Spanyol melalui gol Mikel Merino pada masa tambahan waktu.
Laga tersebut menjadi penampilan terakhir Ronaldo di ajang Piala Dunia.
Sebelumnya Ronaldo telah memastikan edisi 2026 menjadi turnamen Piala Dunia terakhirnya.
Kekalahan itu juga mengakhiri masa jabatan Roberto Martinez.
Pelatih asal Spanyol memutuskan meninggalkan kursi pelatih setelah gagal memenuhi target.
“Saya datang ke Portugal dengan tujuan menjuarai Piala Dunia.”
“Karena target itu tidak tercapai, tidak masuk akal bagi saya untuk melanjutkan.”
“Kontrak saya berakhir hari ini.”
Federasi Portugal kemudian menunjuk Jorge Jesus sebagai pelatih baru.
Jorge Jesus sebelumnya pernah menangani Ronaldo saat melatih Al Nassr.
Hingga kini polemik soal dugaan sabotase terhadap Ronaldo masih ramai diperbincangkan di media sosial.
Belum ada bukti yang menunjukkan adanya tindakan sengaja dari para pemain Portugal.
Perdebatan lebih banyak dipicu opini publik dan reaksi emosional setelah Portugal tersingkir.***