Keputusan Marc Marquez untuk meninggalkan gaji selangit di Honda demi motor satelit Ducati pada 2024 sempat dianggap sebagai perjudian gila. Namun, setahun kemudian, “The Baby Alien” membuktikan bahwa ambisi jauh lebih berharga daripada angka di rekening. Gelar dunia kesembilannya bersama tim pabrikan Ducati musim lalu menjadi bukti sahih bahwa ia belum habis.
Dalam dunia balap profesional, jarang ada atlet yang rela melepas status sebagai “pemilik gaji tertinggi” demi menjadi pembalap tanpa gaji. Namun, itulah yang dilakukan Marc Marquez saat menukar kontrak emas Repsol Honda dengan kursi di Gresini Ducati pada 2024.
Perjudian itu terbayar lunas: kariernya bangkit, dan ia sukses merengkuh gelar juara dunia kesembilan bersama tim pabrikan Ducati musim lalu.
Bagi Marquez, prioritasnya sejak kecil adalah performa di lintasan, bukan tumpukan uang di bank.
“Saat Anda tiba di kejuaraan dunia, apa yang Anda cari: uang atau motor terbaik? Begitulah saya diajarkan. Saya sangat beruntung dididik secara mental seperti itu,” ujar bintang Ducati tersebut, dikutip dari Autobild.es.
Gaya Hidup: Rumah Mewah, Tapi Tetap “Membumi”
Meski kini menetap di hunian megah seluas 1.300 meter persegi di Madrid senilai 10 juta Euro (sekitar Rp170 miliar), Marquez bersikeras bahwa kekayaan tidak mengubah jati dirinya. Investasi properti tersebut ia anggap sebagai simpanan masa depan yang aman.
“Saya beruntung uang tidak mengubah gaya hidup saya. Banyak orang mulai bergaya saat punya banyak uang, tapi saya tetap bersenang-senang dengan teman-teman saya di mana saja tanpa perlu berpose atau pamer,” tegasnya.
Menariknya, di balik kesuksesan finansialnya, Marquez memilih struktur keuangan yang cukup transparan. Alih-alih mendirikan perusahaan cangkang atau pindah ke surga pajak seperti Andorra, Marquez tetap menjadi warga negara Spanyol yang taat pajak.
Ia bahkan mendeskripsikan dirinya sebagai “Wiraswasta” (Self-employed) di hadapan otoritas pajak. “Saya tidak punya utang kepada siapa pun. Saya adalah pekerja mandiri, bukan perusahaan terbatas. Saya membayar semua pajak saya di Spanyol dan tidak ingin ada masalah di surat kabar,” ungkap pembalap berusia 33 tahun itu.
Meski sempat diterpa isu cedera bahu pasca insiden di Mandalika musim lalu, optimisme menyelimuti garasi Ducati. Marquez dikabarkan segera menandatangani perpanjangan kontrak berdurasi dua tahun dengan tim Ducati Lenovo. Jika kesepakatan ini rampung, sang pembalap akan terus memacu motornya di MotoGP setidaknya hingga akhir musim 2028.


