Gelaran GP Azerbaijan tidak hanya menyisakan kekecewaan bagi Ferrari di atas lintasan, tetapi juga menghadirkan momen unik nan canggung di ruang wawancara. Pembalap utama mereka, Charles Leclerc, mendadak jadi sorotan usai tak sengaja “keceplosan” membocorkan spesifikasi rahasia mesin power unit terbaru milik Si Kuda Jingkrak.
Momen menggelitik tersebut terekam jelas saat Leclerc melayani sesi wawancara dengan Sky Italy pasca-balapan sengit di Sirkuit Baku.
Jurnalis saat itu menanyakan apakah mobil SF-26 miliknya sudah dibekali power unit spesifikasi paling gres buatan Ferrari, yakni mesin ADUO 2. Tanpa ragu, pembalap asal Monako itu mengonfirmasinya secara terbuka.
Mendengar pengakuan polos sang pembalap, petugas pers (press officer) Ferrari yang berdiri di samping kamera seketika panik. Ia terlihat menggelengkan kepala dengan mimik wajah tegang memberi sinyal agar Leclerc berhenti berbicara.
Melihat respons heboh dari stafnya, Leclerc hanya bisa melempar senyum canggung sembari mencoba mencairkan suasana.
“Saya pakai spesifikasi paling baru,” jawab Leclerc santai, sebelum melirik ke arah petugas persnya lalu menambahkan: “Aduh, saya tidak tahu kalau ini rahasia yang tidak boleh diomongkan. Saya pikir kalian semua sudah pada tahu.”
Ferrari Makin Tercecer dari Musuh Bebolan
Kejadian lucu tersebut menjadi penghibur tipis di tengah hasil balapan yang kembali mengecewakan bagi tim asal Maranello tersebut. Memulai balapan dari baris terdepan di samping George Russell, Leclerc gagal mengonversi posisi strategis tersebut menjadi podium.
Ia langsung tersalip oleh pembalap McLaren, Oscar Piastri, dan kehilangan kecepatan (race pace) untuk bersaing di barisan depan. Leclerc akhirnya harus puas finis di posisi keempat, sementara rekan setimnya, Lewis Hamilton, menyelesaikannya di urutan keenam.
Leclerc menegaskan bahwa Ferrari harus segera membawa paket pembaruan (upgrade) komponen yang lebih masif jika tidak ingin semakin tertinggal jauh dari persaingan papan atas.
“Mercedes sangat kuat, begitu pula McLaren dan Red Bull. Kami cukup jauh tertinggal dari Mercedes dan Red Bull, serta sedikit di belakang McLaren. Ini bukan hal baru, sudah beberapa balapan terakhir kami kehilangan pijakan. Sangat penting bagi tim untuk segera bereaksi,” tegas Leclerc.
Harapan Ferrari untuk merebut gelar juara dunia F1 musim ini tampaknya makin pupus. Tim pabrikan Italia tersebut kini tertinggal jauh 160 poin dari Mercedes di papan klasemen konstruktor.
Sementara di klasemen pembalap, Lewis Hamilton tertahan di posisi ketiga—tertinggal 103 poin dari pemuncak klasemen sementara, Andrea Kimi Antonelli—dan terus ditempel ketat oleh George Russell. Leclerc sendiri berada di peringkat kelima, mengekor 20 poin di belakang Hamilton.