Agenda diplomasi tingkat tinggi kembali dilakoni Presiden Prabowo Subianto. Di tengah ketidakpastian jalur energi global akibat memanasnya situasi di Timur Tengah, orang nomor satu di Indonesia ini dijadwalkan terbang ke Rusia besok untuk menemui Presiden Vladimir Putin.
Gerak cepat ditunjukkan Presiden Prabowo Subianto dalam merespons dinamika geopolitik yang kian kompleks. Menteri Luar Negeri Sugiono mengonfirmasi bahwa Presiden dijadwalkan bertolak menuju Rusia pada Minggu (12/4/2026) untuk mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Vladimir Putin.
“Beliau akan bertemu dengan Presiden Putin dan juga akan membahas mengenai geopolitik dunia serta situasi energi,” ungkap Sugiono saat ditemui di JCC, Sabtu (11/4).
Lobi Minyak dan Ketahanan Nasional
Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi diplomatik biasa. Isu energi, terutama ketersediaan minyak mentah, menjadi agenda utama yang akan dibahas di Moskow. Langkah ini dinilai sangat krusial mengingat Rusia merupakan salah satu pemain kunci energi dunia.
“Salah satu yang akan dibicarakan adalah soal minyak, karena ini sifatnya sangat strategis bagi bangsa Indonesia,” tambah Sugiono.
Urgensi kunjungan ini semakin terlihat jika berkaca pada hambatan yang dialami dua kapal tanker raksasa milik Pertamina, Pertamina Pride dan Gamsunoro. Hingga saat ini, kedua kapal tersebut masih tertahan dan belum mendapatkan izin melintasi Selat Hormuz menyusul penutupan jalur oleh otoritas Iran.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut pemerintah terus berupaya membuka sumbatan diplomatik tersebut. Meski ada titik cerah berkat gencatan senjata selama dua minggu antara Amerika Serikat dan Iran, Indonesia tetap harus mencari alternatif dan jaminan pasokan energi dari mitra strategis lainnya.
Bahlil berharap ketegangan di Timur Tengah dapat mendingin selama masa jeda dua minggu ini, sehingga kapal-kapal pengangkut energi Indonesia bisa segera melintas. Namun, pertemuan Prabowo dan Putin di Rusia dipandang sebagai langkah antisipasi sekaligus penguat agar ketahanan energi nasional tetap kokoh terlepas dari konflik yang terjadi di Teluk Arab.