Ketua MPR RI Ahmad Muzani melakukan kunjungan kerja untuk meninjau langsung progres pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Dalam kunjungan tersebut, Muzani menegaskan bahwa pemindahan pusat pemerintahan semakin nyata dan ditargetkan mulai terlaksana secara menyeluruh pada tahun 2028.
Berdasarkan hasil tinjauan lapangan, sejumlah fasilitas vital telah berdiri kokoh di kawasan inti pusat pemerintahan. Fasilitas tersebut mencakup tempat ibadah, Kantor Otorita IKN, hingga Istana Presiden yang menjadi ikon utama. Selain itu, Bandara IKN juga dilaporkan sudah hampir selesai pembangunannya.
Ketua MPR RI menyatakan bahwa IKN tidak hanya akan diisi oleh jajaran eksekutif. Pemerintah secara resmi telah memberikan persetujuan untuk memulai pembangunan sarana bagi lembaga legislatif (DPR, MPR, DPD) dan yudikatif (Mahkamah Agung, Mahkamah Konstitusi).
“IKN akan menjadi pusat pemerintahan yang lengkap. Pemerintah sudah menyetujui pembangunan sarana untuk lembaga legislatif dan yudikatif, sehingga semua elemen pemerintahan akan berkantor di sini,” ujar Ahmad Muzani saat memberikan keterangan di Penajam Paser Utara.
Guna menunjang kepindahan para wakil rakyat, pemerintah tengah menyiapkan hunian bagi anggota legislatif. Direncanakan sebanyak 732 unit hunian akan dibangun dalam bentuk apartemen yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung lainnya.
Pihak MPR berharap target pemindahan pada tahun 2028 dapat tercapai tanpa kendala berarti. Dengan demikian, IKN akan resmi berfungsi sebagai ibu kota negara dan pusat pemerintahan Indonesia yang komprehensif, mengintegrasikan seluruh elemen kekuasaan negara di satu lokasi yang strategis.
Caption | Admin: TJ | IA