Kabar mengejutkan sekaligus menarik datang dari episentrum monarki absolut Asia Tenggara. Sultan Hassanal Bolkiah secara resmi mengumumkan perombakan (reshuffle) kabinet besar-besaran pada Rabu (3/6/2026). Satu nama yang paling mencuri perhatian dunia adalah ditunjuknya sang pangeran berwajah rupawan yang juga idola media sosial, Pangeran Abdul Mateen, sebagai Menteri Luar Negeri Brunei Darussalam yang baru.
Langkah strategis ini langsung menjadi buah bibir publik internasional. Masuknya pria yang akrab disapa Prince Mateen ke dalam jajaran kabinet dinilai sebagai fondasi awal regenerasi kepemimpinan di negara yang super kaya akan cadangan minyak dan gas tersebut.
Profil Sang Pangeran: Pilot Helikopter, Atlet Polo, dan Influencer Kerajaan
Pangeran Abdul Mateen (34 tahun) merupakan anak ke-10 dan putra keempat dari Sultan Hassanal Bolkiah. Meski posisinya berada di belakang sang kakak dalam garis suksesi takhta, popularitas Mateen di jagat maya—khususnya di kalangan generasi muda—hampir tidak tertandingi oleh pangeran mana pun di dunia.
Dengan modal lebih dari 3 juta pengikut di akun Instagram pribadinya, Mateen kerap membagikan sisi lain kehidupan mewah istana, aksi teatrikalnya saat bertanding polo, hingga seragam militernya yang gagah.
Namun, Mateen bukan sekadar “pajangan” media sosial. Ia memiliki rekam jejak yang mentereng. Ia adalah lulusan akademi militer bergengsi di Inggris dan aktif sebagai perwira di angkatan bersenjata Brunei. Ia juga berprofesi sebagai pilot helikopter tempur yang terlatih. Dalam beberapa tahun terakhir, ia selalu setia mendampingi sang ayah dalam lawatan diplomatik ke berbagai KTT dunia.
Hebatnya, menurut laporan Malay Mail, Sultan Hassanal memastikan bahwa Mateen tidak perlu menanggalkan seragam militernya. Ia diizinkan tetap melanjutkan karier tentaranya sembari menakhodai kementerian luar negeri.
Peta Baru Kabinet: Kakak-Adik Berbagi Peran Strategis
Pernikahan megah nan viral Prince Mateen dengan Anisha Rosnah pada Januari 2024 lalu memang sempat mengunci perhatian dunia. Namun kini, fokus dunia bergeser pada peran politik barunya di istana.
Dalam reshuffle yang sama, Sultan juga memberikan panggung kepada putranya yang lain, Pangeran Abdul Malik (42). Putra kedua tertua Sultan ini ditunjuk sebagai Menteri di Kantor Perdana Menteri (PMO)—menjadi jabatan politik pertamanya setelah bertahun-tahun aktif di belakang layar kerajaan.
| Anggota Kerajaan di Kabinet 2026 | Jabatan Baru / Saat Ini | Status Suksesi |
| Sultan Hassanal Bolkiah | PM, Menhan, Menkeu | Penguasa Tertinggi (79 Tahun) |
| Putra Mahkota Al-Muhtadee Billah | Menteri Senior di PMO | Pewaris Utama Takhta (52 Tahun) |
| Pangeran Abdul Malik | Menteri di PMO | Urutan Keempat Suksesi (42 Tahun) |
| Pangeran Abdul Mateen | Menteri Luar Negeri (Menlu) | Wajah Diplomasi Baru (34 Tahun) |
Meskipun dua pangeran muda mendapat promosi jabatan, peta suksesi kerajaan dipastikan tidak berubah. Posisi calon tunggal pengganti Sultan tetap dipegang erat oleh sang putra sulung, Putra Mahkota Al-Muhtadee Billah.
Sultan Tetap Pegang Kendali Penuh
Walau mulai mendistribusikan kekuasaan kepada anak-anaknya, Sultan Hassanal Bolkiah yang kini berusia 79 tahun menegaskan bahwa dirinya belum akan pensiun dari tugas-tugas vital. Sang Sultan tetap merangkap jabatan sebagai Perdana Menteri, Menteri Pertahanan, sekaligus Menteri Keuangan.
Perombakan kabinet ini terbilang krusial mengingat kondisi kesehatan Sultan yang sempat naik-turun belakangan ini, termasuk operasi penggantian lutut pada Januari lalu serta sempat dilarikan ke rumah sakit akibat kelelahan saat menghadiri KTT ASEAN 2025 di Kuala Lumpur.
Masuknya darah muda seperti Prince Mateen ke posisi menteri luar negeri diharapkan mampu membawa angin segar bagi diplomasi Brunei Darussalam di panggung internasional, sekaligus memanfaatkan pesona global sang pangeran untuk memperkuat posisi tawar negara kecil berkekayaan melimpah tersebut.