JAKARTA – Baru beberapa jam resmi menjabat sebagai Perdana Menteri (PM) Inggris menggantikan Keir Starmer, Andy Burnham langsung mengirimkan sinyal tegas mengenai arah pemerintahannya. Langkah diplomatik pertamanya bukan menyusun agenda publik, melainkan menghubungi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menegaskan komitmen memperkuat pertahanan dan keamanan Inggris bersama para sekutunya.
Telepon perdana Burnham kepada Trump menjadi penanda bahwa hubungan strategis London-Washington akan tetap menjadi salah satu fondasi utama kebijakan luar negeri pemerintahan baru. Di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global, isu keamanan ditempatkan Burnham sebagai agenda paling mendesak sejak hari pertama memimpin pemerintahan.
Mengutip AFP, Senin (20/7/2026), juru bicara Burnham mengatakan percakapan tersebut difokuskan pada komitmen Inggris menjaga stabilitas keamanan nasional sekaligus memperkuat kerja sama dengan negara-negara sekutu.
“(Burnham) mengatakan bahwa memastikan keamanan Inggris dan sekutunya adalah prioritas utamanya,” kata juru bicara Burnham.
Pernyataan itu menjadi pesan resmi pertama Burnham kepada pemimpin dunia setelah menerima mandat sebagai Perdana Menteri. Langkah tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pemerintahannya ingin memastikan hubungan erat dengan Amerika Serikat tetap terjaga di bawah kepemimpinan Donald Trump.
Tak hanya membahas isu strategis, Burnham juga menyampaikan undangan kepada Trump untuk berkunjung ke Manchester, kota yang menjadi basis politik sekaligus kampung halamannya.
“(Mengundang untuk) di masa mendatang,” ujar juru bicara Burnham.
Undangan tersebut dipandang sebagai bagian dari upaya membangun komunikasi yang lebih personal sekaligus memperkuat hubungan bilateral kedua negara.
Resmi Terima Mandat dari Raja Charles III
Sebelum melakukan komunikasi dengan Gedung Putih, Burnham lebih dulu menjalani prosesi konstitusional di Istana Buckingham. Pada Senin (20/7), ia menemui Raja Charles III yang secara resmi memintanya membentuk pemerintahan baru setelah pergantian kepemimpinan nasional.
Prosesi tersebut menandai berakhirnya masa pemerintahan Keir Starmer dan dimulainya era baru di bawah kepemimpinan Burnham.
Momen pengangkatan itu turut dipublikasikan melalui akun Instagram resmi Kerajaan Inggris. Dalam unggahan tersebut, Burnham tampak berjabat tangan dengan Raja Charles III sebelum menerima mandat sebagai kepala pemerintahan.
Pihak Kerajaan menjelaskan proses pengangkatan berlangsung sesuai tradisi konstitusional Inggris.
“Yang Mulia Raja menerima audiensi Yang Terhormat Andrew Burnham MP dan memintanya untuk membentuk pemerintahan baru. Yang Terhormat Andrew Burnham MP menerima tawaran Raja dan mencium tangan setelah pengangkatannya sebagai Perdana Menteri dan Menteri Keuangan Pertama,” tulis keterangan resmi Kerajaan Inggris.
Sinyal Awal Pemerintahan Burnham
Keputusan Burnham menjadikan Donald Trump sebagai pemimpin asing pertama yang dihubungi dinilai bukan sekadar langkah seremonial. Pilihan itu mengirimkan pesan bahwa pemerintahan baru Inggris akan memprioritaskan stabilitas keamanan, memperkuat hubungan transatlantik, dan menjaga koordinasi dengan Washington dalam menghadapi berbagai tantangan global.
Dengan komunikasi tingkat tinggi yang dilakukan pada hari pertama menjabat, Burnham sekaligus menegaskan bahwa isu pertahanan dan keamanan akan menjadi salah satu pilar utama pemerintahannya. Kini perhatian publik beralih pada pembentukan kabinet serta kebijakan yang akan diambil Burnham untuk menjawab tantangan ekonomi, politik, dan keamanan yang dihadapi Inggris dalam beberapa tahun ke depan.