Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan, Indonesia, semakin meluas hingga memicu krisis lingkungan parah di negara tetangga. Pemerintah Negara Bagian Sarawak, Malaysia, resmi mengajukan permohonan kepada pemerintah federal untuk menetapkan status darurat di Distrik Serian pada Jumat (4/9/2026).
Langkah darurat ini diambil setelah kabut asap tebal asal Indonesia membuat Indeks Pencemaran Udara (Air Pollutant Index/API) di Serian melonjak tajam hingga menyentuh angka 519 pada Jumat pagi. Otoritas Malaysia mengategorikan angka API di atas 300 sebagai tingkat sangat berbahaya, sementara batas 500 menjadi syarat krusial pengajuan status darurat bencana kepada Raja Malaysia.
Wakil Perdana Menteri Sarawak, Datuk Amar Douglas Uggah Embas, mengonfirmasi bahwa permohonan deklarasi darurat telah diteruskan ke Badan Pengurusan Bencana Negara (NADMA) Malaysia.
“Wilayah yang mencatatkan API mencapai 500 dapat dinyatakan dalam keadaan darurat oleh NADMA. Deklarasi ini nantinya bersifat terlokalisasi dan hanya berlaku khusus untuk Distrik Serian yang terdampak paling parah, bukan mencakup seluruh wilayah Sarawak,” terang Douglas Uggah.
Sekolah Ditutup, Polusi Meluas ke Sejumlah Kota
Paparan kabut asap lintas batas ini memaksa otoritas setempat menutup sejumlah sekolah demi melindungi kesehatan anak-anak. Selain Serian, data Air Pollutant Index Management System (APIMS) menunjukkan Kota Kuching berada dalam kategori berbahaya dengan API 310. Sementara Kota Samarahan (API 281) dan Sri Aman (API 245) berada pada tingkat sangat tidak sehat.
Secara keseluruhan, peningkatkan polusi udara tercatat merata di berbagai wilayah Malaysia. Enam wilayah lain di Sarawak seperti Sarikei, Sibu, Mukah, hingga Bintulu dilaporkan masuk kategori tidak sehat. Fenomena serupa juga mulai merembet ke wilayah Sabah (Sandakan dan Kota Kinabalu) hingga Johor (Pasir Gudang dan Segamat).
Guna menekan lonjakan partikel berbahaya di udara dan meredakan pekatnya asap, Pemerintah Negara Bagian Sarawak bekerja sama dengan instansi terkait mulai menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau penyemaian awan (cloud seeding) di beberapa titik strategis.
Langkah pembenihan awan ini diharapkan dapat memicu hujan buatan untuk membersihkan polutan udara sekaligus menambah cadangan air di area yang mengalami kekeringan.
Saat ini, penetapan status darurat resmi untuk Distrik Serian masih menanti persetujuan akhir dari Pemerintah Federal Malaysia dan pihak Kerajaan.