JAKARTA – Banjir melanda sejumlah wilayah di Provinsi Fujian, China, setelah Topan Saudel membawa hujan deras ke kawasan pesisir tersebut.
Kondisi ini mendorong pemerintah setempat mengevakuasi sekitar 83.700 warga dari daerah yang dinilai berisiko.
Topan Saudel mendarat di pesisir Kabupaten Zhangpu, Kota Zhangzhou, pada Kamis (3/9/2026) sekitar pukul 06.30 waktu setempat.
Menurut Xinhua, badai tersebut menjadi topan ke-18 yang melanda China pada 2026 dan memiliki kecepatan angin maksimum sekitar 23 meter per detik di dekat pusatnya.
Hujan Lebat Picu Banjir di Sejumlah Wilayah
Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Fujian sejak beberapa hari sebelumnya. Pemerintah provinsi mencatat sebanyak 122 wilayah di 20 kabupaten menerima curah hujan lebih dari 100 milimeter dalam periode 24 jam hingga Kamis pagi.
Bahkan, 28 wilayah mencatat curah hujan lebih dari 250 milimeter. Kondisi tersebut membuat sejumlah sungai mengalami kenaikan tinggi muka air dan meningkatkan risiko banjir di kawasan permukiman.
Di Kota Fuding, wilayah yang berada di Provinsi Fujian, banjir bahkan membuat air mencapai ketinggian sekitar lantai pertama bangunan di sejumlah lokasi.
Catatan pemerintah setempat menunjukkan salah satu wilayah di Fuding menerima curah hujan hingga 417,8 milimeter pada 1 September.
Puluhan Ribu Warga Dievakuasi
Menghadapi kondisi tersebut, pemerintah Fujian melakukan evakuasi terhadap puluhan ribu warga dari wilayah rawan.
Data yang dikutip Xinhua menunjukkan lebih dari 83.000 orang telah dievakuasi hingga pukul 07.00 waktu setempat pada Kamis.
Sementara laporan pemerintah Fujian yang dikutip media lokal mencatat jumlah warga yang dipindahkan mencapai sekitar 83.700 orang.
Evakuasi dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap banjir dan potensi bencana lanjutan akibat hujan yang masih berlangsung.
Tim penyelamat juga dikerahkan ke sejumlah lokasi untuk membantu warga yang terjebak banjir.
Di Fuding, petugas bahkan harus menerobos genangan setinggi pinggang untuk mengevakuasi warga lanjut usia.
Aktivitas Warga Terganggu
Cuaca ekstrem turut mengganggu aktivitas masyarakat di berbagai wilayah Fujian. Sejumlah sekolah ditutup, sementara beberapa layanan transportasi dihentikan untuk mengurangi risiko terhadap masyarakat.
Hingga Kamis pagi, sedikitnya delapan ruas jalan utama ditutup. Selain itu, 657 layanan transportasi dihentikan dan aktivitas di 152 lokasi proyek konstruksi dihentikan sementara.
Lebih dari 150 objek wisata juga ditutup akibat kondisi cuaca dan banjir.
Pemerintah Provinsi Fujian sebelumnya telah menaikkan status respons pengendalian banjir ke Level II pada Rabu (2/9/2026).
Status tersebut diberlakukan ketika hujan deras dan dampak Topan Saudel semakin memengaruhi sejumlah wilayah.
Saudel Sudah Tiga Kali Mendarat di China
Topan Saudel sebelumnya telah dua kali mencapai daratan China di Provinsi Zhejiang pada 28 Agustus 2026.
Pendaratan di Fujian pada 3 September menjadi yang ketiga bagi sistem badai tersebut di China.
Setelah mencapai Fujian, Saudel diperkirakan bergerak ke arah barat dengan kecepatan sekitar 15 hingga 20 kilometer per jam dan perlahan melemah.
Meski demikian, hujan deras hingga sangat deras masih diperkirakan terjadi di Fujian dan sejumlah wilayah di China bagian selatan.
Ancaman Banjir Belum Berakhir
Hujan deras yang berlangsung dalam beberapa hari meningkatkan risiko bencana susulan, termasuk banjir lebih parah dan longsor.
Pemerintah China juga memperingatkan kemungkinan meluapnya sungai karena tanah di sejumlah wilayah telah jenuh oleh air.
Reuters melaporkan Fujian dan Guangdong masih bersiap menghadapi hujan deras pada Jumat (4/9/2026).
Sejumlah wilayah mengalami banjir yang merendam kendaraan dan permukiman, sementara sebuah bangunan tiga lantai di Desa Jinxi dilaporkan runtuh akibat terjangan banjir.
Otoritas dan tim penyelamat terus melakukan evakuasi serta penanganan di wilayah terdampak.
Masyarakat di kawasan rawan juga diminta mengikuti arahan pemerintah setempat selama kondisi cuaca ekstrem masih berlangsung.***