VLADIVOSTOK – Presiden Prabowo Subianto menegaskan posisi strategis Indonesia sebagai gerbang bagi dunia usaha Eurasia menuju pasar Asia Tenggara yang berpenduduk sekitar 680 juta jiwa.
Hal itu disampaikan Prabowo saat menjadi tamu kehormatan utama dan menyampaikan pidato dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9).
“Bagi dunia usaha Eurasia, Indonesia merupakan pintu masuk alami ke ASEAN. Kami adalah pasar terbesar di kawasan dan merupakan gerbang menuju 680 juta penduduk ASEAN,” kata Prabowo.
Prabowo menjelaskan bahwa posisi Indonesia itu menjadi salah satu kekuatan penting dalam mempererat hubungan ekonomi antara Indonesia, Rusia, dan negara-negara anggota Eurasian Economic Union (EAEU).
Lebih lanjut Prabowo menjelaskan bahwa Indonesia dan Rusia memiliki kekuatan ekonomi yang saling melengkapi. Rusia memiliki keunggulan di bidang gandum, pupuk, energi, ilmu pengetahuan, dan teknik maju.
Sementara Indonesia memiliki minyak sawit, perikanan, kopi, karet, tekstil, furnitur, barang konsumsi, serta angkatan kerja yang muda.
“Satu sisi memiliki kekuatan yang dapat menjawab kebutuhan sisi lainnya. Inilah fondasi perdagangan yang adil dan berkelanjutan,” ujar Prabowo.
Prabowo kemudian mengatakan potensi tersebut semakin terbuka dengan Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA).
Perjanjian tersebut membuka akses yang lebih luas bagi produk Indonesia ke pasar negara-negara EAEU, sekaligus memberikan akses bagi produsen Eurasia menuju pasar Indonesia dan ASEAN.
Sebagaimana diketahui I-EAEU FTA telah ditandatangani di St. Petersburg pada 21 Desember 2025 oleh Indonesia, EAEU yang terdiri atas Armenia, Belarus, Kazakhstan, Kirgizstan, dan Rusia, serta Eurasian Economic Commission.
Melalui perjanjian tersebut, sebanyak 11.882 pos tarif atau lebih dari 90 persen barang yang diperdagangkan akan dihapus atau dikurangi bea masuknya.
Prabowo menyampaikan Indonesia telah menyelesaikan persetujuan parlemen atas perjanjian tersebut dan pada Juli 2026 telah menandatangani Peraturan Presiden terkait ratifikasinya.
“Saya menghendaki perjanjian ini berlaku dan dimanfaatkan sesegera mungkin setelah pertukaran ratifikasi memungkinkan.”
“Saya dengan hormat mengajak seluruh negara anggota EAEU untuk menyelesaikan prosedur internalnya sehingga kita dapat segera memanfaatkan perjanjian ini,” ujar Prabowo.
Prabowo menegaskan tentang kesiapan perdagangan harus dibangun sejak awal sehingga ketika perjanjian mulai berlaku, aktivitas perdagangan dapat langsung berjalan.
“Ketika jadwal tarif mulai dibuka, barang-barang, rute, dan kontrak harus sudah tersedia. Forum ini harus menjadi pasar dari perjanjian tersebut,” tegasnya.
Prabowo pun mengundang Rusia dan seluruh negara anggota EAEU untuk memperkuat konektivitas ekonomi dengan Asia Tenggara.
“Indonesia kini mengundang Rusia dan setiap anggota EAEU untuk membantu menghubungkan Eurasia lebih erat dengan Asia Tenggara,” tutur Prabowo.
Prabowo juga mendorong dibukanya jalur pelayaran langsung antara Vladivostok dan Indonesia serta konektivitas penerbangan langsung.
“Mari kita bangun jalur pelayaran langsung. Mari kita buka penerbangan langsung,” pungkasnya.***