JAKARTA – Aparat kepolisian masih mengusut insiden tragis yang melibatkan dua pekerja rumah tangga (PRT) berinisial R dan D yang nekat melompat dari lantai empat sebuah bangunan kos di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat. Peristiwa tersebut menyebabkan R meninggal dunia, sementara D selamat dan kini menjadi saksi kunci.
Penyelidikan dilakukan secara gabungan oleh Polres Metro Jakarta Pusat bersama Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Proses pendalaman kasus ini masih berlangsung guna mengungkap latar belakang kejadian secara menyeluruh.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menegaskan bahwa penanganan perkara dilakukan lintas satuan. “(Penanganan) masih gabungan Polres Jakpus dan Ditreskrimum Polda Metro Jaya,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).
Pendalaman Keterangan & Pemeriksaan Agen
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold EP Hutagalung, menyampaikan bahwa penyidik tengah fokus menggali keterangan dari korban selamat. Selain itu, pihak kepolisian juga berencana memanggil agen penyalur yang menempatkan kedua PRT tersebut.
“Kami juga akan memanggil agen PRT untuk didalami keterangannya. Langkah ini penting agar penyidik mendapatkan informasi yang lengkap dan utuh, sehingga penanganan perkara dapat dilakukan secara profesional, cermat, dan berimbang,” kata Reynold.
Ia menambahkan, proses penyelidikan tidak hanya berorientasi pada aspek hukum, tetapi juga mempertimbangkan sisi kemanusiaan, terutama terhadap kondisi saksi yang selamat.
“Kami ingin memastikan setiap fakta didalami secara objektif. Di sisi lain, kami juga menaruh perhatian pada kondisi saksi yang selamat, termasuk aspek pemulihan dan pendampingannya,” ujarnya.
Dugaan Motif Kabur karena Tidak Betah
Sementara itu, polisi telah memeriksa majikan kedua PRT tersebut pada Kamis (23/4/2026). Dari hasil pemeriksaan awal, muncul dugaan bahwa aksi nekat tersebut dilakukan karena keduanya merasa tidak betah bekerja.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, menyebut indikasi sementara mengarah pada upaya melarikan diri.
“Kalau untuk informasi sementara, orang itu katanya enggak betah. Terus dia kabur sama saksi satu. Jadi berdua loncat dari lantai 4,” ujarnya.
Lebih lanjut, berdasarkan keterangan saksi, terdapat dugaan perilaku majikan yang dinilai keras terhadap pekerjanya.
“Ada saksi yang lain yang ngomongin bahwa mereka itu enggak betah karena majikannya sadis gitu atau sadis katanya. Sadis itu enggak tahu ya gimana kata-katanya ya. Enggak ngomong suka disiksa, tapi galak,” kata Roby.
Kronologi Singkat Kejadian
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (22/4/2026) di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Kedua korban diketahui jatuh dari lantai empat kamar kos milik majikan mereka. Akibat kejadian itu, R meninggal dunia, sementara D selamat dan saat ini masih dalam penanganan.
Penanganan Berlanjut
Hingga kini, polisi terus mengumpulkan bukti dan keterangan tambahan guna memastikan penyebab pasti kejadian. Pemeriksaan terhadap berbagai pihak, termasuk saksi dan agen penyalur, menjadi bagian penting dalam mengungkap fakta secara komprehensif.
Kasus ini juga menjadi perhatian karena menyangkut perlindungan tenaga kerja domestik, sehingga diharapkan penanganannya dapat memberikan kejelasan hukum sekaligus menjamin aspek keadilan bagi semua pihak.