JAKARTA – Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali diliputi duka mendalam setelah jumlah prajurit yang gugur dalam misi perdamaian dunia di Lebanon Selatan bertambah menjadi empat orang. Kabar terbaru menyebutkan satu prajurit yang sebelumnya mengalami luka berat akhirnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat, Donny Pramono, menyampaikan bahwa prajurit tersebut adalah Praka Rico Pramudia yang tergabung dalam Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL.
“Praka Rico Pramudia yang sebelumnya mengalami luka berat dalam insiden pada 29 Maret 2026, dinyatakan gugur pada Jumat (24/4/2026) pukul 10.32 waktu setempat atau 14.32 WIB setelah mendapatkan penanganan medis intensif di Rumah Sakit St. George, Beirut,” ujar Donny dalam keterangannya.
Kronologi & Penugasan Prajurit
Praka Rico Pramudia merupakan prajurit yang bertugas sebagai Tabakpan 1/C Kompi C UNP 7-1 dalam Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL. Dalam kesehariannya di satuan asal, almarhum berdinas sebagai Taban SO RU 1 Ton 2 Kipan A Yonif 114/SM Brigif 25/Siwah.
Ia menjadi salah satu korban dalam rangkaian insiden yang terjadi di wilayah penugasan sejak akhir Maret 2026. Meski sempat mendapatkan perawatan intensif, nyawanya tidak tertolong.
Total Empat Prajurit Gugur
Dengan wafatnya Praka Rico, jumlah prajurit TNI yang gugur dalam dua insiden terpisah di wilayah misi perdamaian tersebut kini mencapai empat orang. Mereka adalah:
- Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar
- Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan
- Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadhon
- Praka Rico Pramudia
Keempatnya gugur saat menjalankan tugas sebagai bagian dari pasukan penjaga perdamaian dunia di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Penghormatan & Proses Pemulangan
TNI memberikan penghormatan setinggi-tingginya atas dedikasi dan pengabdian para prajurit tersebut. Mereka dinilai telah menjalankan tugas mulia dengan penuh loyalitas dan profesionalisme demi menjaga perdamaian dunia.
Saat ini, proses administrasi pemulangan jenazah Praka Rico Pramudia sedang berlangsung. Pihak TNI juga telah menyampaikan kabar duka kepada keluarga, sementara rencana pemakaman akan dilaksanakan sesuai keputusan pihak keluarga.
Peningkatan Kewaspadaan di Daerah Misi
Seiring dinamika situasi keamanan di Lebanon Selatan, TNI memastikan peningkatan kewaspadaan bagi seluruh personel yang masih bertugas. Setiap prajurit diinstruksikan untuk menjalankan prosedur pengamanan sesuai standar operasional yang ditetapkan oleh UNIFIL.
Selain itu, perkembangan situasi di wilayah penugasan terus dipantau secara intensif guna mengantisipasi potensi ancaman lanjutan.
Komitmen TNI dalam Misi Perdamaian
Meski menghadapi risiko tinggi, TNI menegaskan komitmennya untuk tetap berpartisipasi aktif dalam misi perdamaian dunia. Profesionalisme, tanggung jawab, serta keselamatan prajurit tetap menjadi prioritas utama.
Keikutsertaan TNI dalam misi internasional ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga kehormatan bangsa di kancah global, sekaligus memperkuat kontribusi Indonesia dalam menciptakan stabilitas dunia.