JAKARTA – Majelis Dzikir As Samawaat Al Maliki menjadi perhatian karena konsisten memadukan pendidikan keagamaan dengan penanaman nilai kebangsaan. Dalam setiap kegiatan, jamaah tidak hanya mengikuti zikir dan pengajian, tetapi juga diajak memahami Pancasila, menghormati Garuda Pancasila, serta menumbuhkan rasa cinta Tanah Air.
Pada kesempatan terbaru, jamaah juga menggelar doa bersama untuk Presiden Prabowo Subianto agar senantiasa diberi kesehatan dan kelancaran dalam memimpin Indonesia.
Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo, H Kurniawan, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan majelis tersebut. Menurut dia, pengajian seperti ini penting karena tidak hanya membahas ilmu agama, tetapi juga menanamkan semangat nasionalisme kepada masyarakat.
“Kedatangan saya ke Pak Yai Salih saat ini tidak lain hanya memohon bantuan doa supaya kita semua diberi kesehatan, keselamatan, dan kekuatan. Terutama untuk Pak Prabowo Subianto, agar bisa melaksanakan aktivitasnya sebagai Presiden dengan sukses dan lancar,” ujar Kurniawan.
Ia mengaku salut karena di tengah maraknya majelis taklim yang fokus pada kajian agama, As Samawaat Al Maliki tetap memberi ruang bagi pendidikan kebangsaan.
“Hari ini saya benar-benar salut dan angkat topi untuk majelis ini. Karena di majelis ini masih membicarakan tentang Pancasila, Garuda Pancasila, maupun nilai-nilai kebangsaan lainnya,” katanya.
Menurut Kurniawan, pendidikan agama dan pemahaman ideologi negara seharusnya berjalan seimbang. Keduanya dinilai sama-sama penting dalam membentuk karakter masyarakat yang religius sekaligus cinta bangsa.
“Tidak semata-mata pelajaran Islam saja yang diajarkan, tetapi juga ideologi negara kita. Masih menyanyikan Indonesia Raya, masih membuka butir-butir Pancasila. Ini luar biasa,” lanjutnya.
Ia bahkan menyebut majelis tersebut sebagai contoh ruang dakwah yang tetap konsisten menanamkan kecintaan terhadap Indonesia.
“Ini satu-satunya majelis zikir yang masih membicarakan tentang Indonesia. Jadi ini menjadi contoh bagi yang lainnya. Kita boleh belajar tentang agama, itu kewajiban. Tapi jangan dilupakan, kita juga belajar tentang negara ini,” tegasnya.
Sementara itu, Pimpinan Majelis Dzikir As Samawaat Al Maliki, KH Sa’adih Al Batawi, menegaskan pentingnya memahami sejarah perjuangan bangsa dan menjaga amanah para pahlawan yang telah merebut kemerdekaan Indonesia.
“Kita menyadari sebagai anak bangsa, kita dilahirkan di sini dan mempunyai kewajiban moral atas negeri ini. Karena negeri ini diperjuangkan oleh para pahlawan kita dan mereka menitipkan amanah kepada kita,” ujar KH Sa’adih.
Ia menilai generasi saat ini memiliki tanggung jawab besar untuk melanjutkan cita-cita para pendiri bangsa dengan membangun Indonesia yang maju, kuat, dan bermartabat.
“Berdasarkan itulah saya ajarkan di sini bagaimana memahami sejarah, memahami konteks Indonesia yang kita cintai ini,” katanya.
Menurutnya, pemahaman ideologi menjadi fondasi penting agar masyarakat memiliki rasa bangga sebagai bagian dari bangsa Indonesia.
“Kalau kita tidak punya ideologi, tidak paham ideologi, kapan kita bangga jadi anak bangsa?” ucapnya.
KH Sa’adih juga menyampaikan harapannya terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai membawa semangat perubahan bagi masa depan Indonesia.
“Apalagi Pak Prabowo sudah mau mengubah sistem, bagaimana Indonesia ke depan bisa jaya,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, ia mengajak seluruh jamaah menjaga persatuan dan terus mendoakan pemimpin bangsa agar dapat menjalankan amanah dengan baik.
“Ayo kita dukung, mari kita bersatu. Supaya Pak Prabowo sehat, kita doakan setiap malam Jumat, setiap bulanan, agar beliau tenang memimpin negeri dan bangsa ini,” pungkasnya.
Kegiatan pengajian tersebut menjadi gambaran bahwa nilai agama dan nasionalisme dapat berjalan beriringan. Selain memperkuat spiritualitas, majelis seperti ini juga dinilai mampu menjadi ruang pembinaan karakter kebangsaan di tengah masyarakat.