WASHINGTON, AS – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan insiden penembakan yang mengguncang acara *White House Correspondents’ Dinner* di Washington Hilton Hotel, Sabtu malam waktu setempat, tidak akan menghentikan kebijakannya menghadapi Iran.
Pernyataan itu disampaikan Trump tak lama setelah insiden terjadi. Ia mengaku belum mengetahui apakah aksi penembakan tersebut berkaitan dengan ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung, namun menegaskan fokus pemerintahannya tetap sama.
“Itu tidak akan mencegah saya untuk memenangkan perang melawan Iran,” kata Trump, seperti dikutip AFP, Minggu (26/4/2026).
Trump menambahkan hingga kini belum ada indikasi kuat yang menghubungkan penembakan itu dengan konflik Amerika Serikat dan Iran.
“Saya tidak tahu apakah ada hubungannya. Saya benar-benar tidak berpikir begitu, setidaknya dari apa yang kita ketahui. Tetapi kita akan terus melakukan pekerjaan yang sangat baik,” ujarnya.
Tegaskan Iran Tak Boleh Miliki Senjata Nuklir
Dalam pernyataannya, Trump kembali menegaskan posisi keras Washington terhadap program nuklir Teheran. Menurut dia, kepemilikan senjata nuklir oleh Iran merupakan ancaman utama yang tidak bisa ditoleransi.
“Kita tidak dapat membiarkan Iran memperoleh senjata nuklir. Apa pun selain itu akan menjadi hal kecil dibandingkan dengan itu,” ucap Trump.
Ia juga menilai Iran akan menggunakan senjata tersebut apabila berhasil memilikinya.
“Jika mereka pernah memiliki senjata nuklir, mereka akan menggunakannya tanpa ragu-ragu. Kita tidak dapat membiarkan itu terjadi,” tegasnya.
Tersangka Penembakan Diidentifikasi
Trump turut membagikan rekaman video berdurasi 24 detik yang memperlihatkan tersangka bergerak menuju pos pemeriksaan keamanan sebelum akhirnya dilumpuhkan agen Secret Service.
Pelaku diketahui bernama **Cole Tomas Allen (31)**, warga Torrance, California. Dalam foto yang juga dibagikan Trump, tersangka tampak tergeletak di lantai tanpa mengenakan baju dan dikelilingi aparat penegak hukum.
Trump memastikan dirinya tidak mengalami luka dalam insiden tersebut.
Saat konferensi pers di Gedung Putih, Trump menyebut pelaku membawa beberapa senjata sebelum berhasil dihentikan petugas keamanan.
“Dia ditembak dari jarak sangat dekat dengan senjata yang sangat kuat, dan rompi antipeluru itu berhasil melindunginya,” ujar Trump, merujuk pada petugas yang terkena tembakan.
Meski demikian, motif aksi penembakan itu masih belum diketahui.
“Dia adalah orang yang tampak sangat jahat ketika dia terjatuh,” kata Trump.
Iran Klaim Sebagian Besar Rudal Belum Digunakan
Di tengah memanasnya situasi, Iran juga mengeluarkan pernyataan resmi melalui juru bicara Kementerian Pertahanan, Brigadir Jenderal Reza Talaei-Nik. Ia mengklaim sebagian besar kemampuan rudal negaranya belum digunakan dalam perang melawan AS dan Israel.
“Sebagian besar kemampuan rudal Iran masih belum digunakan,” kata Talaei-Nik seperti dikutip IRNA.
Ia menyebut pasukan Iran tetap mampu mempertahankan keunggulan militer selama konflik berlangsung.
“Pasukan kami mempertahankan superioritas udara penuh atas wilayah pendudukan Zionis, dan hanya sebagian kemampuan rudal kami yang digunakan selama perang 40 hari,” ujarnya.
Iran Sebut Raih Tujuh Keuntungan Strategis
Menurut Talaei-Nik, perang yang dimulai pada 28 Februari dan berakhir lewat gencatan senjata 40 hari kemudian menghasilkan tujuh capaian penting bagi Iran.
Ia menyebut capaian pertama adalah kemenangan militer karena upaya musuh melumpuhkan rudal dan pertahanan Iran gagal total. Selain itu, Iran disebut tetap mampu menekan pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah menggunakan rudal dan drone.
Keuntungan kedua, menurutnya, adalah aspek politik. Iran dinilai justru semakin kuat meski kehilangan sejumlah tokoh penting pada hari pertama perang.
Ketiga, dari sisi teritorial, ia mengeklaim upaya memecah belah Iran melalui kelompok separatis berhasil digagalkan aparat intelijen.
Keempat, Talaei-Nik menyoroti mobilisasi rakyat secara besar-besaran yang disebutnya sebagai “keajaiban sosial”.
Kelima, Iran mengklaim kondisi dalam negeri tetap aman dan stabil meski ada upaya memicu kerusuhan.
Keenam, Teheran menyatakan tetap memegang kendali strategis atas Selat Hormuz dan mampu menekan kekuatan lawan di Laut Oman.
Ketujuh, ia mengatakan pembentukan koalisi internasional anti-Iran gagal, sementara sentimen anti-AS dan anti-Israel justru meningkat di berbagai negara.
Tiga Target Iran Belum Tercapai
Meski mengklaim banyak keberhasilan, Talaei-Nik mengakui masih ada tiga sasaran yang belum sepenuhnya terwujud, yakni memperoleh kompensasi atas kerusakan perang, menuntut pertanggungjawaban atas korban jiwa, serta memperkuat daya tangkal menghadapi ancaman di masa depan.
Ia juga menegaskan Iran kini memproduksi lebih dari 1.000 jenis persenjataan secara mandiri, termasuk rudal, drone, dan sistem pertahanan udara.
Menurutnya, kemampuan tersebut dibangun melalui investasi lebih dari 25 tahun dan tetap berjalan meskipun beberapa fasilitas sempat mengalami kerusakan akibat perang.



