DEPOK – Wali Kota Depok Supian Suri menanggapi santai berbagai stigma dan narasi negatif yang kerap beredar di ruang digital terkait Kota Depok. Dalam suasana perayaan, ia menyelipkan humor saat menyinggung cap “kota anomali” hingga berbagai isu viral yang dinilainya tidak berdasar.
Supian menyebut, sejumlah cerita yang kerap muncul di media sosial justru tidak mencerminkan kondisi Depok saat ini yang terus berkembang sebagai kota modern.
“Jangan Depok terus dibully dengan hal-hal yang sebenarnya tidak ada. Tidak ada keranda terbang di Kota Depok, tidak ada babi ngepet di Kota Depok, tidak ada juga pocong yang berkeliling di Kota Depok.”katanya.
Pernyataan itu disampaikan dengan nada berseloroh, namun tetap menyoroti seriusnya dampak penyebaran informasi palsu yang berulang di media sosial. Ia juga menyinggung kemunculan kembali isu-isu serupa yang menurutnya sudah tidak relevan.
“Kemarin muncul hoaks baru, Depok disebut bergentayangan pocong di kota Depok. Saya minta tolong, sepertinya pocong sudah tidak berani lagi bergentayangan di Kota Depok karena hampir semua sudut kota sudah menjadi rumah.” terangnya.
Meski dikemas dengan gaya ringan, Supian menegaskan bahwa hoaks tetap menjadi persoalan serius yang perlu diantisipasi bersama. Ia mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial serta tidak mudah menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Untuk itu, kepada seluruh netizen dan masyarakat Kota Depok, kami sebagai wali kota bersama Pak Candra tentunya sangat terbuka terhadap kritik, masukan, termasuk saran yang diberikan teman-teman netizen maupun masyarakat pada umumnya. Namun, tolong bantu kami juga untuk mengeliminasi hoaks yang ada di Kota Depok.” jelasnya.
Ia kembali menegaskan agar Kota Depok tidak terus-menerus dijadikan bahan candaan berbasis informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“Jadi saya minta tolong, jangan Depok terus dibully dengan hal-hal yang sebenarnya tidak ada. Tidak ada keranda terbang di Kota Depok, tidak ada babi ngepet di Kota Depok, tidak ada juga pocong yang berkeliling di Kota Depok.”ungkapnya.
Di akhir pernyataannya, Supian mengajak pelajar dan generasi muda untuk ikut menjaga nama baik kota dengan membangun budaya literasi digital yang sehat, termasuk menyaring informasi sebelum menyebarkannya.
“Untuk itu, anak-anak sekolah, anak-anakku, bantu saya untuk menjaga kota ini menjadi kota kebanggaan kita semua. Kita tumbuhkan rasa memiliki dan kecintaan terhadap Kota Depok.” tutupnya.
Pemerintah Kota Depok berharap momentum perayaan tahun ini tidak hanya menjadi seremonial, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya melawan hoaks dengan sikap kritis, bijak, dan bertanggung jawab di ruang digital.