JAKARTA – Pemerintah bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) menegaskan komitmen meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api melalui penertiban perlintasan sebidang dan percepatan pembangunan Double-Double Track (DDT).
Hal ini disampaikan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin saat meninjau Stasiun Bekasi Timur, Rabu (29/4/2026). Bobby menekankan penertiban dilakukan secara ketat, termasuk menutup perlintasan liar yang membahayakan. “Kami mengharapkan dukungan masyarakat untuk tidak membuat perlintasan liar lagi. Ketika membuat perlintasan liar ini, maka menghalangi visibility dari masinis kami,” ujarnya.
Ia menambahkan, dari 1.800 perlintasan yang teridentifikasi, akan dilakukan peningkatan standar keselamatan, baik dengan pemasangan flyover maupun palang pintu bersensor.
Menhub Dudy menjelaskan, pembangunan jalur ganda ke depan akan disesuaikan dengan perubahan skema pengelolaan prasarana, di mana PT KAI akan menjadi pengelola, sementara Kementerian Perhubungan berperan sebagai regulator.
Terkait operasional KRL, Dudy menyebut layanan akan dibuka kembali setelah mendapat clearance dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Bobby menambahkan jalur hilir sudah dibuka dini hari, disusul jalur hulu setelah dinyatakan aman, meski kecepatan kereta masih dibatasi 30 km/jam.
Selain itu, Kementerian Perhubungan juga melakukan audit terhadap perusahaan taksi Green SM yang terlibat dalam insiden. “Kami ingin memastikan betul bagaimana perusahaan tersebut mematuhi kaidah keselamatan dan operasional. Kami tidak akan segan-segan melakukan penindakan apabila ditemukan pelanggaran serius,” tegas Dudy.