JAKARTA — Suasana duka menyelimuti kalangan parlemen dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI setelah anggota BPK, Haerul Saleh, meninggal dunia dalam insiden kebakaran rumah di kawasan Tanjung Barat, Jakarta Selatan, Jumat (8/5/2026) pagi. Politikus Partai Gerindra itu dilaporkan menjadi korban jiwa dalam peristiwa kebakaran yang menghanguskan sebuah rumah di Jalan Teratai Blok G8 RT 03 RW 02, Tanjung Barat.
Peristiwa tragis tersebut mengejutkan banyak pihak, terutama rekan-rekan almarhum di dunia politik. Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, mengaku sangat terpukul saat menerima kabar wafatnya Haerul Saleh.
“Saya sangat kaget dan sangat berduka. Beliau salah satu sahabat saya. Sebelum Pemilu 2014 kami satu kamar saat pelatihan kaderisasi Gerindra,” kata Habiburokhman saat dikonfirmasi, Jumat (8/5/2026).
Menurutnya, Haerul dikenal sebagai sosok muda yang cerdas dan memiliki kepedulian tinggi terhadap orang lain. Ia mengenang almarhum sebagai pribadi yang ringan tangan dan selalu menawarkan bantuan kepada rekan-rekannya.
“Beliau sangat baik, selalu bertanya apa yang bisa beliau bantu. Kami kehilangan figur anak muda yang cerdas. Beliau wafat di usia yang masih sangat muda, 43 tahun,” ujarnya.
Habiburokhman juga menyampaikan doa mendalam bagi almarhum agar mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan.
“Kita doakan beliau husnul khatimah, diampuni segala dosanya, diterima amal ibadahnya, dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” tuturnya.
Kebakaran Dilaporkan Warga Pagi Hari
Berdasarkan informasi dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta, kebakaran pertama kali dilaporkan warga sekitar pukul 07.53 WIB. Kobaran api disebut dengan cepat membesar dan melahap bangunan rumah sebelum petugas tiba di lokasi.
Petugas damkar segera mengerahkan kekuatan penuh untuk mengendalikan api. Sebanyak 12 unit mobil pemadam kebakaran dan 48 personel diterjunkan ke lokasi kejadian.
“Korban satu orang warga meninggal dunia. Untuk data masih dalam penyelidikan,” ujar petugas Command Center Gulkarmat Jakarta.
Operasi pemadaman dimulai sekitar pukul 08.07 WIB. Setelah berjibaku hampir satu jam, petugas akhirnya berhasil mengendalikan api dan menyelesaikan proses pendinginan pada pukul 08.49 WIB.
Meski api telah berhasil dipadamkan, suasana duka masih menyelimuti lokasi kejadian. Garis pembatas dipasang di sekitar rumah yang hangus terbakar, sementara petugas masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran.
Karier Politik dan Perjalanan di BPK
Haerul Saleh dikenal sebagai politisi Partai Gerindra yang pernah duduk di kursi DPR RI sebelum dipercaya menjadi anggota BPK RI. Selama di parlemen, ia pernah bertugas di Komisi XI DPR yang membidangi keuangan dan perbankan.
Kariernya di dunia politik dinilai cukup menonjol karena dikenal aktif dan memiliki jaringan luas di internal partai. Kepergiannya secara mendadak akibat musibah kebakaran mengejutkan banyak kolega dan kerabat.
Ucapan belasungkawa pun mengalir dari berbagai kalangan, mulai dari politisi, pejabat negara, hingga masyarakat yang mengenal kiprah almarhum.
Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
Hingga kini, pihak berwenang belum mengungkap penyebab pasti kebakaran yang menewaskan Haerul Saleh tersebut. Tim investigasi masih melakukan olah tempat kejadian perkara untuk memastikan sumber api dan kronologi lengkap insiden.
Belum ada keterangan resmi apakah kebakaran dipicu korsleting listrik, kebocoran gas, atau faktor lainnya. Polisi bersama petugas pemadam masih mengumpulkan sejumlah bukti dari lokasi kejadian.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan bahaya kebakaran rumah tinggal di kawasan padat penduduk Jakarta, terutama pada pagi hari ketika sebagian warga masih berada di dalam rumah.
Kepergian Haerul Saleh meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, serta rekan-rekan sejawatnya di dunia politik dan pemerintahan. Di tengah karier yang masih panjang, hidupnya berakhir tragis dalam musibah yang datang tiba-tiba.



