JAKARTA โ Real Madrid bergerak cepat menyusun rencana besar untuk musim depan dengan fokus utama pada penentuan pelatih anyar yang mampu meredam dinamika ruang ganti.
Nama Josรฉ Mourinho kembali mencuat sebagai kandidat terdepan untuk mengisi kursi panas di Santiago Bernabรฉu setelah sebelumnya sukses menangani Los Blancos pada periode 2010 hingga 2013.
Kabar ini semakin menguat seiring laporan internal klub yang menempatkan pelatih asal Portugal tersebut sebagai prioritas utama dalam proyek pembenahan tim.
Namun, Real Madrid tidak hanya terpaku pada satu nama karena Didier Deschamps diam-diam masuk dalam radar sebagai alternatif kuat jika negosiasi dengan Mourinho menemui jalan buntu.
Pelatih timnas Prancis itu dinilai memiliki kapasitas mumpuni dalam mengelola skuad bertabur bintang serta meredam ego pemain yang kerap menjadi sumber konflik di ruang ganti.
Kondisi internal tim musim ini yang diwarnai ketegangan disebut menjadi alasan utama manajemen mengincar sosok pelatih dengan kemampuan manajemen interpersonal yang tinggi.
Deschamps diperkirakan akan tersedia setelah gelaran Piala Dunia berikutnya, menjadikannya opsi realistis dalam jangka menengah bagi Real Madrid.
Rekam jejaknya bersama timnas Prancis yang penuh prestasi serta kemampuannya menjaga keseimbangan tim menjadi nilai tambah yang sangat diperhitungkan oleh petinggi klub.
Di sisi lain, potensi kepulangan Mourinho tidak sepenuhnya mulus karena Real Madrid harus menyiapkan kompensasi untuk membebaskannya dari kontrak bersama klubnya saat ini.
Legenda klub, Luis Figo, bahkan menyuarakan keraguan terhadap kemungkinan tersebut dengan menekankan pentingnya pendekatan yang lebih adaptif dalam menangani tim.
โSaya rasa Real Madrid tidak membutuhkan pelatih yang terlalu keras, yang dibutuhkan adalah pemahaman sepak bola yang baik, akal sehat, serta kemampuan mengelola 25 pemain dengan ego berbeda agar berjalan ke arah yang sama,โ ujar Figo dikutip dari Kick Football, Senin.
Pernyataan tersebut mempertegas bahwa tantangan utama pelatih Madrid ke depan bukan hanya soal taktik, tetapi juga kemampuan menjaga harmoni skuad.
Dengan dua opsi besar di meja manajemen, Real Madrid kini berada di persimpangan penting yang akan menentukan arah proyek mereka dalam beberapa musim mendatang.***