JAKARTA – Liverpool akhirnya mengambil sikap tegas terkait masa depan Arne Slot setelah gelombang ketidakpuasan suporter memuncak dalam laga imbang kontra Chelsea di Anfield.
Situasi memanas ketika Arne Slot mendapatkan cemoohan keras dari fans Liverpool dalam dua momen krusial saat pertandingan berakhir 1-1 melawan Chelsea.
Reaksi negatif pertama muncul ketika Slot menarik keluar Rio Ngumoha, sementara sorakan kekecewaan kembali terdengar saat peluit akhir dibunyikan.
Hasil tersebut semakin memperpanjang tren inkonsistensi Liverpool yang gagal mengalahkan Chelsea yang saat itu dipimpin pelatih interim Callum McFarlane.
Di tengah tekanan tersebut, spekulasi pergantian pelatih sempat mengarah pada nama Xabi Alonso yang dikaitkan sebagai kandidat potensial pengganti Slot.
Namun, jurnalis terpercaya David Ornstein menegaskan bahwa Liverpool sama sekali tidak mempertimbangkan Alonso sebagai pelatih baru.
“Informasi yang saya dapatkan, Xabi Alonso tidak masuk dalam pertimbangan Liverpool dan klub sepenuhnya berencana melanjutkan musim depan bersama Arne Slot,” ujar Ornstein dikutip dari Liverpool.com, Selasa (12/5/2026).
Di sisi lain, justru Chelsea dilaporkan menjadi klub yang paling serius mendekati Alonso untuk mengisi kursi pelatih utama.
Negosiasi antara Chelsea dan Alonso disebut berjalan positif, bahkan sang pelatih dikabarkan terbuka untuk melanjutkan karier di Premier League musim depan.
Kondisi ini menciptakan ironi tersendiri bagi fans Liverpool karena Alonso merupakan mantan bintang Anfield yang berpotensi memperkuat rival langsung mereka.
Performa Liverpool musim ini memang mengalami penurunan drastis meskipun Slot sempat membawa klub meraih gelar Premier League pada musim debutnya.
Musim ini, The Reds dipastikan tanpa trofi meskipun masih berpeluang mengamankan tiket Liga Champions.
Kebijakan transfer besar-besaran yang mencapai sekitar 600 juta dolar AS juga belum memberikan dampak signifikan terhadap performa tim.
Sebagian besar pemain baru dinilai belum mampu beradaptasi dengan cepat, kecuali Hugo Ekitike yang tampil relatif stabil.
Selain faktor teknis, hubungan Slot dengan Mohamed Salah turut menjadi sorotan tajam publik.
Keputusan Slot yang beberapa kali mencadangkan Salah memicu ketegangan hingga sang pemain mengaku memiliki hubungan yang minim dengan pelatihnya.
“Saya merasa seperti dilempar ke bawah bus,” kata Salah dalam salah satu pernyataannya.
Situasi semakin kompleks setelah Salah memutuskan hengkang di akhir musim usai kesepakatan pemutusan kontrak lebih awal.
Berbagai faktor tersebut membuat reputasi Slot mengalami penurunan signifikan di mata suporter.
Meski demikian, manajemen Liverpool tetap memberikan dukungan penuh kepada Slot untuk memimpin tim di musim mendatang.
Sementara itu, potensi kembalinya Xabi Alonso ke Anfield musim depan tetap terbuka, namun bukan sebagai pelatih Liverpool, melainkan sebagai rival bersama Chelsea.***