JAKARTA – Festival Film Cannes 2026 resmi dibuka pada Selasa (12/5/2026) dengan absennya film blockbuster besar dari studio Hollywood—sebuah ketidakhadiran mencolok yang mencerminkan pergeseran strategi industri hiburan AS terhadap festival Eropa.
Selama bertahun-tahun, Cannes menjadi panggung peluncuran global bagi film-film Amerika beranggaran besar, mulai dari Top Gun: Maverick hingga Indiana Jones and the Dial of Destiny. Namun, tahun ini studio besar seperti Universal, Disney, Warner, Sony, Paramount, serta platform streaming Netflix dan Amazon memilih untuk tidak berpartisipasi.
Direktur Cannes Thierry Fremaux menyebut absennya film tersebut terkait ketidaksesuaian jadwal dan perubahan industri. “Secara kuantitatif, studio memproduksi lebih sedikit film blockbuster dan lebih sedikit film karya sutradara ternama dibandingkan sebelumnya,” ujarnya, dilansir Türkiyetoday, Rabu (13/5/2026).
Kehati-hatian studio semakin terasa setelah sejumlah kegagalan festival, termasuk Joker: Folie a Deux di Venesia 2024 dan Indiana Jones di Cannes 2023, yang dinilai sebagai kesalahan pemasaran. Kritikus menilai studio kini lebih memilih peluncuran terkontrol dan kampanye media sosial daripada risiko ulasan pedas di festival.
Scott Roxborough dari The Hollywood Reporter menegaskan, “Pihak studio telah menemukan bahwa Anda dapat merilis film besar tanpa bantuan festival film bergengsi.”
Absennya Hollywood otomatis menggeser fokus Cannes kembali ke akar sinema auteur. Kompetisi utama tahun ini menampilkan karya Pedro Almodovar, Asghar Farhadi, Hirokazu Kore-eda, dan Ryusuke Hamaguchi. Dua film Amerika yang ikut bersaing, Paper Tiger karya James Gray dan The Man I Love karya Ira Sachs, sebagian besar dibiayai di luar AS.
Eric Marti dari Comscore memperingatkan agar tidak menganggap absennya studio sebagai perpisahan permanen. Fremaux pun berharap Hollywood akan kembali. Untuk saat ini, Cannes menanggung konsekuensi dari perhitungan baru studio dalam meluncurkan film mereka.