JAKARTA – Dunia pendidikan di Banten diguncang dugaan kasus child grooming yang menyeret seorang kepala sekolah di salah satu SMK swasta Kota Tangerang Selatan.
Kasus ini mencuat setelah sejumlah siswa menggelar aksi demonstrasi menuntut transparansi dan langkah tegas dari pihak sekolah.
Child grooming merupakan bentuk manipulasi psikologis yang dilakukan orang dewasa terhadap anak atau remaja untuk membangun kedekatan emosional, memperoleh kepercayaan, hingga menciptakan ketergantungan sebelum berujung pada eksploitasi atau pelecehan.
Isu dugaan kedekatan khusus antara kepala sekolah dengan seorang siswi mulai ramai diperbincangkan usai acara pelepasan siswa kelas XII pada 7 Mei 2026. Sejumlah siswa kemudian menyampaikan kesaksian dan membagikan dugaan bukti melalui media sosial. “Kasus seperti ini sebenarnya sudah lama dibicarakan. Dulu pernah ada yang mencoba speak up, tapi tidak terlalu digubris,” ujar seorang siswa, Jumat (15/5/2026).
Pihak yayasan dan manajemen sekolah akhirnya menonaktifkan sementara kepala sekolah tersebut untuk mendukung investigasi internal. Dalam pernyataan resminya, pihak sekolah menegaskan: “Demi menjunjung tinggi transparansi dan kelancaran proses investigasi, saat ini yang bersangkutan telah dinonaktifkan sementara dari jabatannya hingga proses pemeriksaan internal dinyatakan selesai sepenuhnya.”
Puluhan siswa kemudian menggelar aksi demonstrasi di lapangan basket sekolah pada Senin (18/5/2026). Mereka membawa poster dan spanduk bertuliskan tuntutan agar pihak sekolah bersikap terbuka. “Bersihkan predator di sekolah ini,” tulis salah satu spanduk.
Dalam aksi itu, siswa menuntut keadilan bagi rekan mereka serta jaminan agar kasus serupa tidak terulang. “Kami menuntut keadilan terhadap teman saya yang diperlakukan seenaknya, terlebih ini menyangkut kehormatan wanita,” ujar seorang siswa.
Pihak sekolah menyatakan mendukung aspirasi siswa. “Kami pihak sekolah berada di sisi siswa, kami juga menjamin 100 persen keamanannya, kalau siswa mau speak up,” kata perwakilan sekolah.
Hingga berita ini ditulis, demonstrasi masih berlangsung dengan sejumlah siswa menyampaikan kesaksian langsung kepada guru dan manajemen sekolah.