JAKARTA – Puluhan siswa-siswi SMK Letris 2 Pamulang, Tangerang Selatan, menggelar aksi unjuk rasa pada Senin (18/5/2026) untuk menyuarakan dugaan kasus pelecehan seksual dan child grooming yang melibatkan mantan kepala sekolah mereka, AMA.
Dalam forum diskusi di lantai tiga gedung sekolah, sejumlah siswi dengan seragam sekolah duduk berhadapan dengan jajaran guru berpakaian putih. Mereka menyampaikan pengalaman pelecehan verbal hingga fisik yang dialami. “Ada guru sering colek tangan saya setiap saya salim. Itu buat saya jadi tidak ingin untuk salim sama guru itu setiap saya ketemu,” ungkap seorang siswi sambil menahan tangis.
Para guru mendengarkan dengan seksama, sementara alumni hadir untuk memberikan dukungan moral agar para siswi berani bersuara. “Jangan takut, sampaikan saja unek-unek kalian,” ujar salah satu alumni.
Kasus ini sebelumnya mencuat di media sosial melalui unggahan yang menyingkap modus pelaku mendekati siswi dengan kondisi psikologis tertentu. Salah satu unggahan menyebut: “Beliau menargetkan perempuan yang fatherless, dari cara dia bertanya hubungan kita sebagai perempuan dengan bapak kita gimana.”
Pihak yayasan akhirnya mengambil langkah tegas dengan memecat AMA. “Sebagai bentuk tanggung jawab institusi dalam menjaga nilai-nilai pendidikan, etika, serta integritas lingkungan sekolah, per hari ini Yayasan secara resmi menetapkan bahwa yang bersangkutan tidak lagi terafiliasi dengan sekolah secara permanen,” tulis pernyataan resmi di Instagram, Sabtu (16/5/2026).
Yayasan juga menyampaikan permohonan maaf terbuka atas kegaduhan yang ditimbulkan. Hingga kini, forum diskusi di sekolah masih berlangsung untuk menampung aduan dari para korban.