Sebuah drama luar biasa tersaji dalam balapan MotoGP Catalunya. Pebalap asal Italia, Fabio Di Giannantonio, sukses menerjang rasa sakit akibat cedera tangan demi mempersembahkan kemenangan perdana bagi Pertamina Enduro VR46 Racing Team sejak musim lalu.
Kemenangan ini terasa sangat manis sekaligus melegakan. Pasalnya, ini adalah podium tertinggi pertama bagi skuad milik Valentino Rossi sejak terakhir kali dirasakan lewat Marco Bezzecchi di GP India 2023. Hasil ini juga menandai kemenangan perdana VR46 sejak naik kasta menjadi tim satelit utama Ducati, setelah sempat berada di bawah bayang-bayang keperkasaan tim Gresini Racing.
Balapan Penuh Horor dan Red Flag
Jalan “Diggia”—sapaan akrab Di Giannantonio—menuju podium tertinggi sama sekali tidak mudah. Balapan di sirkuit Catalunya ini berjalan sangat menegangkan dan sempat dihentikan dua kali akibat kecelakaan hebat.
Pada balapan pertama, tabrakan mengerikan antara Alex Marquez dan Pedro Acosta sempat menghentikan balapan. Sial bagi Diggia, ia sempat terkena serpihan motor dari insiden tersebut yang membuat tangannya cedera.
Setelah balapan dimulai kembali, bendera merah (red flag) lagi-lagi harus berkibar. Kali ini akibat kecelakaan karambol di Tikungan 1 yang membuat pebalap kawakan Johann Zarco mengalami cedera kaki serius.
Saat balapan kembali di-start untuk ketiga kalinya, Diggia yang menahan sakit langsung menunjukkan taringnya. Ia terus menempel ketat Pedro Acosta yang memimpin balapan. Berkat ketenangan dan performa motor Ducati Desmosedici yang ciamik, Diggia berhasil merebut posisi terdepan saat balapan menyisakan tiga putaran lagi, tepat di depan mata sang bos besar, Valentino Rossi, yang menonton langsung di pinggir lintasan.
Godaan Valentino Rossi di Tengah Isu Kepindahan ke KTM
Kemenangan ini membawa Diggia menjadi pebalap Ducati non-pabrikan dengan posisi tertinggi di klasemen kejuaraan dunia. Namun, ironisnya, momen emas ini justru terjadi di tengah rumor kuat bahwa dirinya akan meninggalkan VR46 musim depan demi bergabung dengan proyek tim pabrikan KTM untuk menyambut era baru mesin 850cc.
Momen menarik pun terekam dalam video MotoGP Unseen pasca-balapan. Saat merayakan kemenangan bersama di paddock, Valentino Rossi sempat melontarkan candaan bernada godaan kepada pebalapnya tersebut.
“Kamu beneran yakin mau ninggalin kita?” tanya Rossi sembari tertawa saat berfoto bersama Diggia.
Diggia hanya melempar senyum lebar tanpa memberikan jawaban pasti. Rossi kemudian memeluknya hangat sambil mengacungkan jempol, “Kerja bagus! Bravo!” pungkas sang legenda.
Teka-teki Lini Pebalap VR46 Musim Depan
Mengingat Diggia yang kemungkinan besar hengkang dan masa depan Franco Morbidelli yang masih abu-abu, VR46 kini tengah sibuk menyusun rencana masa depan. Pebalap muda Spanyol, Fermin Aldeguer, santer dikabarkan akan mengisi satu tempat setelah pindah dari Gresini.
Namun, Rossi menegaskan bahwa timnya tetap berkomitmen untuk mempertahankan tradisi lokal. “Kami ingin mempertahankan setidaknya satu pebalap Italia untuk tahun depan, karena tim kami selalu tumbuh bersama pebalap-pebalap Italia,” ungkap Rossi.
Beberapa nama pebalap Italia top pun kini mulai dikaitkan dengan satu kursi tersisa di VR46, di antaranya bintang WorldSBK Nicolo Bulega, adik kandung Rossi sendiri Luca Marini, hingga pebalap Moto2 Celestino Vietti.