BANDUNG – Persib Bandung menghadapi tantangan serius setelah FIFA menjatuhkan sanksi berupa larangan mendaftarkan pemain baru. Keputusan tersebut mulai berlaku pada 29 Mei 2026 dan akan tetap berjalan hingga klub menyelesaikan kewajiban yang menjadi dasar putusan badan sepak bola dunia itu.
Di tengah meningkatnya perhatian publik, manajemen Persib akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait akar persoalan yang memicu sanksi tersebut. Klub berjuluk Maung Bandung itu menegaskan bahwa kasus yang berujung pada hukuman FIFA bukan berkaitan dengan tunggakan gaji ataupun hak pemain yang tidak dibayarkan.
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan, mengungkapkan bahwa larangan transfer tersebut berasal dari satu perkara spesifik yang berkaitan dengan proses terminasi kontrak mantan pemain Persib, Daisuke Sato, pada tahun 2023.
Kasus Lama Kembali Menghantui Persib
Nama Daisuke Sato bukan sosok asing bagi Bobotoh. Bek tim nasional Filipina itu pernah menjadi bagian penting skuad Persib sebelum kontraknya diakhiri lebih cepat saat kompetisi Liga 1 musim 2023/2024 masih berlangsung.
Meski persoalan tersebut telah berlangsung beberapa tahun lalu, penyelesaiannya kini berdampak langsung terhadap aktivitas transfer klub. FIFA menjatuhkan sanksi administratif yang membuat Persib untuk sementara waktu tidak dapat mendaftarkan pemain anyar.
Adhitia menegaskan, Persib selama ini berkomitmen menjalankan tata kelola klub secara profesional dan menjunjung tinggi setiap kewajiban kontraktual yang dimiliki.
“Sebagai klub yang berkomitmen menjalankan tata kelola sepak bola yang baik, Persib senantiasa berupaya memenuhi seluruh kewajiban kontraktual serta menjalankan setiap proses sesuai regulasi yang berlaku, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Adhitia dalam keterangan resminya, Sabtu (30/5/2026).
Menurutnya, penghormatan terhadap hak seluruh pihak yang terlibat dalam ekosistem klub selalu menjadi prinsip utama manajemen.
“Penghormatan terhadap hak pemain, pelatih, karyawan, mitra, dan seluruh pemangku kepentingan merupakan prinsip yang selalu kami pegang dalam menjalankan klub,” lanjutnya.
Persib Klaim Sedang Menuntaskan Kewajiban
Manajemen Persib memastikan proses penyelesaian kasus tersebut saat ini tengah berjalan. Klub juga sedang melengkapi berbagai tahapan administratif yang dipersyaratkan FIFA agar status sanksi dapat segera ditinjau ulang.
Adhitia menyebut langkah-langkah yang diperlukan sedang ditempuh secara intensif agar hambatan registrasi pemain bisa segera dicabut.
“Setelah kewajiban tersebut diselesaikan, kami akan melanjutkan proses sesuai mekanisme yang berlaku di FIFA agar status tersebut dapat ditinjau dan dicabut sebagaimana ketentuan yang berlaku,” katanya.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa Persib optimistis persoalan ini tidak akan berlangsung berkepanjangan. Klub berharap seluruh proses dapat dituntaskan sehingga aktivitas transfer kembali normal menjelang agenda kompetisi berikutnya.
Tidak Ganggu Persiapan Tim
Di tengah kekhawatiran Bobotoh mengenai dampak sanksi terhadap kekuatan tim, manajemen menegaskan bahwa kondisi internal klub tetap stabil. Persiapan tim, operasional harian, hingga program strategis yang telah disusun disebut tetap berjalan sesuai rencana.
Persib menilai kasus administratif semacam ini merupakan dinamika yang kerap terjadi dalam sepak bola profesional dunia. Yang terpenting, menurut klub, adalah bagaimana seluruh pihak menunjukkan tanggung jawab untuk menyelesaikan persoalan secara profesional.
“Dalam ekosistem sepak bola profesional global, persoalan administratif maupun sengketa kontraktual dapat terjadi dan merupakan bagian dari dinamika yang dihadapi banyak klub,” ujar Adhitia.
Ia menambahkan, “Yang terpenting adalah bagaimana setiap pihak menunjukkan itikad baik, tanggung jawab, dan komitmen untuk menyelesaikannya secara profesional. Itulah yang saat ini sedang dilakukan oleh Persib.”
Keterbukaan kepada Bobotoh
Persib juga menilai perlu menyampaikan penjelasan secara terbuka karena tingginya perhatian publik terhadap klub. Dalam beberapa hari terakhir, beragam spekulasi dan informasi yang belum terverifikasi beredar di kalangan suporter setelah kabar sanksi FIFA mencuat.
Karena itu, manajemen memilih memberikan penjelasan resmi agar publik mendapatkan gambaran yang utuh mengenai duduk perkara yang sebenarnya.
“Kami memahami besarnya perhatian dan kecintaan Bobotoh terhadap klub ini. Karena itu, kami merasa penting untuk memberikan penjelasan yang utuh agar seluruh pihak memperoleh konteks yang tepat mengenai situasi yang sedang berlangsung,” tutur Adhitia.
Ia menegaskan bahwa transparansi dan kepatuhan terhadap regulasi menjadi fondasi penting dalam membangun klub yang sehat dan berkelanjutan.
Optimisme Menatap Masa Depan
Meski tengah menghadapi sanksi dari FIFA, Persib berupaya menunjukkan bahwa persoalan tersebut tidak mengubah arah pengembangan klub dalam jangka panjang. Manajemen menegaskan fokus mereka tetap tertuju pada peningkatan prestasi, penguatan profesionalisme, dan menjaga kepercayaan para pendukung.
Menutup keterangannya, Adhitia menyampaikan apresiasi kepada Bobotoh yang terus memberikan dukungan di tengah situasi yang sedang dihadapi klub.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan, kepercayaan, dan perhatian yang terus diberikan kepada Persib. Kami akan menyelesaikan proses ini dengan penuh tanggung jawab dan tetap fokus menjalankan komitmen untuk terus bertumbuh, menjaga standar profesionalisme, serta memberikan yang terbaik bagi Bobotoh dan sepak bola Indonesia,” pungkasnya.
Kasus ini menjadi ujian penting bagi Persib di tengah upaya mempertahankan reputasi sebagai salah satu klub terbesar di Indonesia. Kecepatan penyelesaian sengketa yang berkaitan dengan Daisuke Sato akan menjadi faktor penentu kapan Maung Bandung dapat kembali aktif di bursa transfer dan memperkuat skuad untuk menghadapi musim kompetisi mendatang.