Biasa adu cepat di atas sirkuit resmi, pembalap Moto2 kebanggaan Indonesia, Mario Aji, ternyata pernah bernasib apes di jalanan umum Eropa. Pembalap asal Magetan ini menceritakan pengalamannya saat ditilang polisi di Spanyol ketika sedang menyetir mobil bersama rekannya, pembalap Moto3 Veda Ega Pratama.
Menariknya, di luar lintasan balap, Mario mengaku perannya mendadak berubah menjadi layaknya seorang sopir pribadi bagi Veda. Setiap pagi sebelum latihan, Mario-lah yang bertugas membangunkan Veda, lalu mengambil alih kemudi menembus jalanan Eropa.
“Saya lebih sering nyetir di Eropa malah daripada di Indonesia. Saya jadi sopir pribadinya Veda. Jadi pagi hari, ‘hei bangun, ayo berangkat latihan’. Terus saya yang nyetir. Dia di dalam mobil tidur, saya sendirian menyanyi,” seloroh Mario sembari memperagakan gerakan membangunkan Veda saat ditemui di Jakarta, Kamis (16/7/2026).
Veda sendiri tidak menampik hal itu. Sambil tertawa, pembalap muda bertalenta ini mengaku terpaksa memilih tidur karena memang belum bisa menyetir mobil di luar negeri.
Terjebak Speed Trap: Kelewat Batas 40 Km/Jam
Insiden penilangan tersebut terjadi saat keduanya sedang menempuh perjalanan latihan dari Barcelona menuju kawasan Mora, Spanyol, yang memakan waktu sekitar 2,5 jam. Perjalanan jauh nan sepi itu biasa mereka lalui berdua saja tanpa didampingi kru tim.
Saat itu, Veda seperti biasa langsung terlelap. Mario yang menyetir sendirian mengandalkan aplikasi navigasi Waze untuk memantau radar kecepatan dan keberadaan polisi. Sialnya, hari itu aplikasi tersebut tidak memunculkan indikator peringatan sama sekali.
“Saat itu di aplikasi enggak ada tanda sama sekali. Batas kecepatannya (speed limit) sebenarnya 80 km/jam, tapi saya jalan 120 km/jam,” ungkap Mario.
Langkah Mario terhenti tepat sebelum sebuah jembatan saat beberapa petugas kepolisian Spanyol mendadak mencegat mobilnya. Jika biasanya polisi Eropa menyetop pengendara hanya untuk tes alkohol, kali ini Mario apes karena terjaring radar kecepatan.
Denda Bayar di Tempat dan Aksi Veda yang Bikin Geleng Kepala
Karena statusnya sebagai warga negara asing yang menggunakan SIM Internasional, sistem hukum setempat mengharuskan Mario membayar denda tilang secara langsung di lokasi kejadian.
“Ini kena tilang speed limit. Kelebihan kecepatannya sekitar 40 km/jam. Ditilang langsung bayar di tempat, kalau dirupiahkan habis sekitar Rp3,5 juta,” lanjut Mario.
Lucunya, Veda Ega baru membuka mata tepat saat mobil berhenti di pinggir jalan karena dikepung polisi. Dengan wajah polos khas orang baru bangun tidur, Veda kebingungan dengan situasi yang terjadi.
“Saya juga baru bangun. Loh, kok disetop polisi?” timpal Veda mengenang momen tersebut.
Apesnya lagi bagi Mario, meski denda jutaan rupiah itu melayang gara-gara mengantar mereka berdua latihan, Veda sama sekali tidak ikut patungan untuk membantu meringankan beban sang senior.
Saat ditanya awak media apakah Veda ikut menyumbang uang denda, jawaban Mario singkat, padat, dan jelas. “Enggak,” jawab Mario disambut tawa.
Saat ini, kedua pembalap bertalenta asuhan Honda Team Asia tersebut sedang berada di Indonesia untuk menikmati jeda musim panas, sebelum nantinya kembali bersiap unjuk gigi di hadapan publik sendiri pada gelaran GP Mandalika.