BANDUNG – Persib Bandung dipastikan kehilangan salah satu pilar lini belakangnya menjelang bergulirnya Super League 2026/2027. Bek Timnas Irak, Frans Putros, resmi mengakhiri kebersamaannya dengan Maung Bandung setelah kedua belah pihak gagal mencapai kesepakatan dalam negosiasi perpanjangan kontrak.
Perpisahan ini menandai berakhirnya kiprah Putros yang hanya berlangsung satu musim di Persib. Meski singkat, bek berusia 33 tahun tersebut meninggalkan kontribusi besar dengan membantu Persib mempertahankan gelar Super League 2025/2026 sekaligus mencetak sejarah sebagai tim pertama yang meraih tiga gelar liga secara beruntun.
Keputusan berpisah diumumkan setelah kontrak Putros habis seiring berakhirnya kompetisi musim lalu. Manajemen Persib sempat berupaya mempertahankan pemain berdarah Irak-Denmark tersebut melalui pembicaraan kontrak baru, namun proses negosiasi tidak menghasilkan kesepakatan.
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB), Adhitia Putra Herawan, mengungkapkan bahwa komunikasi dengan pihak Putros telah dilakukan sejak kontraknya berakhir. Namun, kedua pihak akhirnya memilih mengakhiri kerja sama secara baik-baik.
“Sejak masa kontraknya berakhir, kami telah melakukan negosiasi ulang dengan pihak Putros. Namun, hingga proses tersebut selesai, kesepakatan baru belum dapat tercapai,” ujar Adhitia, dikutip dari laman resmi Persib, Jumat (17/7/2026).
Ia menegaskan keputusan tersebut diambil dengan penuh penghormatan terhadap pemain yang telah menjadi bagian dari perjalanan sukses Persib musim lalu.
“Dengan penuh rasa hormat, Persib dan Frans Putros sepakat untuk mengakhiri kebersamaan ini,” lanjutnya.
Tinggalkan Warisan Juara
Meski hanya mengenakan seragam Persib selama semusim, Putros mampu menjelma sebagai salah satu pemain penting di sektor pertahanan. Pengalamannya di level internasional memberikan stabilitas bagi lini belakang Maung Bandung sepanjang kompetisi.
Kontribusinya menjadi bagian penting dalam keberhasilan Persib mempertahankan dominasi di kompetisi domestik. Gelar Super League 2025/2026 yang diraih Maung Bandung juga menjadi pencapaian bersejarah karena mengantarkan klub meraih trofi liga untuk tiga musim berturut-turut.
Manajemen Persib pun menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan profesionalisme sang pemain selama memperkuat tim.
“Terima kasih atas dedikasi, kerja keras, profesionalisme, dan kontribusi yang telah diberikan selama menjadi bagian dari keluarga besar Persib. Peran Anda akan selalu menjadi bagian dari perjalanan bersejarah klub dalam meraih gelar juara Super League 2025-2026. Kami mendoakan semoga sukses selalu menyertai perjalanan karier dan kehidupan Anda di masa yang akan datang,” kata Adhitia.
Ucapan tersebut sekaligus menjadi penutup perjalanan Putros bersama Persib yang berakhir tanpa perpanjangan kontrak.
Datang Berstatus Pemain Piala Dunia
Frans Putros direkrut Persib dengan reputasi sebagai pemain Timnas Irak yang tampil di Piala Dunia 2026. Kehadirannya kala itu menjadi salah satu transfer yang menyita perhatian karena membawa pengalaman internasional ke skuad Maung Bandung.
Di putaran final Piala Dunia 2026, Putros mencatat satu penampilan penuh ketika Irak menghadapi Senegal pada laga terakhir fase Grup I.
Namun, perjalanan Timnas Irak tidak berjalan sesuai harapan. Singa Mesopotamia gagal meraih satu pun poin setelah menelan kekalahan dari Norwegia, Prancis, dan Senegal, sehingga harus mengakhiri turnamen sebagai penghuni dasar klasemen grup.
Meski demikian, pengalaman tampil di panggung sepak bola dunia menjadi nilai tambah yang dibawa Putros saat memperkuat Persib sepanjang musim 2025/2026.
Masa Depan Putros Masih Jadi Teka-Teki
Setelah resmi berstatus tanpa klub, masa depan Frans Putros mulai menjadi perhatian. Hingga kini belum ada pengumuman resmi mengenai klub yang akan menjadi pelabuhan berikutnya bagi bek berpengalaman tersebut.
Sejumlah laporan menyebutkan Putros masuk dalam radar klub Vietnam, CAHN FC. Meski demikian, belum terdapat konfirmasi resmi dari pihak pemain maupun klub terkait kemungkinan transfer tersebut.
Di sisi lain, Persib kini menghadapi pekerjaan rumah untuk mencari sosok pengganti yang mampu mengisi kekosongan di lini belakang menjelang dimulainya Super League 2026/2027. Kepergian Putros dipastikan menjadi salah satu tantangan bagi pelatih dalam menyusun komposisi pertahanan demi mempertahankan status juara bertahan.