JAKARTA – Kabar menggembirakan datang bagi penggemar tenis dunia setelah Carlos Alcaraz dipastikan masuk dalam daftar peserta sementara Cincinnati Masters 2026.
Petenis peringkat ketiga dunia itu diproyeksikan menjalani turnamen pertamanya sejak mengalami cedera pergelangan tangan kanan pada April lalu.
Mengutip laporan Tennis World, Kamis (16/7/2026), masuknya nama Alcaraz dalam daftar peserta menjadi sinyal terkuat bahwa proses rehabilitasinya telah memasuki tahap akhir.
Selama empat bulan terakhir, Alcaraz tidak tampil di satu pun pertandingan resmi ATP Tour.
Cedera tersebut dialaminya saat berlaga di Barcelona Open dan memaksanya menghentikan aktivitas kompetitif lebih lama dari perkiraan.
Akibat kondisi tersebut, juara tujuh turnamen Grand Slam itu melewatkan sejumlah ajang bergengsi.
Turnamen yang gagal diikutinya meliputi Madrid Open, Italian Open di Roma, Roland Garros, Queen’s Club Championships, hingga Wimbledon.
Selain itu, Alcaraz juga tidak tercantum dalam daftar peserta National Bank Open atau Canadian Masters di Montreal.
Keputusan tersebut sempat memunculkan kekhawatiran bahwa proses pemulihannya mengalami hambatan.
Namun, tim Alcaraz menegaskan absennya sang petenis di Kanada memang sudah menjadi bagian dari rencana rehabilitasi yang disusun sejak awal.
Mereka memilih tidak mengambil risiko sekecil apa pun setelah menghadapi cedera terbesar sepanjang karier Alcaraz.
Kini kondisi pergelangan tangan kanan petenis asal Spanyol itu dikabarkan telah pulih sepenuhnya.
Perkembangan tersebut membuat intensitas latihan Alcaraz mulai ditingkatkan secara bertahap.
Beberapa rekaman latihan di akademinya di Murcia menunjukkan Alcaraz kembali memukul bola dengan kekuatan yang semakin meningkat.
Tim medis juga terus memantau perkembangan fisiknya sebelum memberikan izin bertanding penuh.
Dokter spesialis yang selama ini menangani Alcaraz, Angel Ruiz-Cotorro, diyakini segera memberikan lampu hijau untuk kembali berlaga.
Jika tidak ada kendala baru, Cincinnati Masters akan menjadi turnamen resmi pertama Alcaraz setelah masa pemulihan panjang.
Ajang ATP Masters 1000 tersebut dinilai menjadi tempat ideal untuk mengembalikan ritme pertandingan.
Turnamen di Ohio juga menjadi persiapan penting menjelang US Open 2026 yang merupakan Grand Slam terakhir musim ini.
Alcaraz memiliki motivasi besar karena berstatus juara bertahan di Cincinnati.
Tahun lalu, ia sukses mengalahkan Jannik Sinner pada partai final untuk merebut gelar Masters tersebut.
Selain mempertahankan prestasi di Cincinnati, fokus utama Alcaraz adalah mempertahankan gelar US Open.
Target itu menjadi semakin penting setelah dirinya terpaksa melewatkan Roland Garros dan Wimbledon akibat cedera.
Sepanjang proses rehabilitasi, Alcaraz dan timnya lebih mengutamakan kesehatan jangka panjang dibanding mengejar hasil instan.
Mereka rela mengorbankan sejumlah turnamen besar demi memastikan cedera benar-benar pulih sebelum kembali ke lapangan.
Strategi tersebut kini mulai menunjukkan hasil positif.
Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana dalam beberapa pekan ke depan, Alcaraz diperkirakan kembali tampil kompetitif di Cincinnati.
Turnamen itu diharapkan menjadi momentum untuk mengembalikan kepercayaan diri sekaligus mengasah performa.
Setelah berbulan-bulan dihantui ketidakpastian, perjalanan panjang pemulihan Carlos Alcaraz akhirnya mendekati garis akhir.***