JAKARTA – Influencer asal Jerman Laura Viktoria Härtig meninggal dunia setelah berjuang selama tiga pekan akibat kecelakaan sepeda saat menjalani bulan madu di Italia.
Perempuan berusia 30 tahun itu mengembuskan napas terakhir pada Sabtu (11/7/2026) setelah sempat dirawat akibat luka berat yang dideritanya.
Melansir laporan New York Post, Kamis (16/7/2026), insiden nahas tersebut terjadi pada 23 Juni di kawasan Sella Pass, jalur pegunungan terkenal di Italia utara.
Härtig bertabrakan dari arah berlawanan dengan mantan atlet ski Olimpiade Italia, Peter Runggaldier, yang kini berusia 57 tahun.
Menurut laporan media lokal Italia, benturan keras membuat sepeda Härtig patah menjadi dua bagian dan tubuhnya terhempas ke permukaan jalan.
Korban mengalami cedera yang mengancam jiwa sehingga tim penyelamat segera memberikan tindakan resusitasi di lokasi kejadian.
Setelah kondisinya berhasil distabilkan, Härtig dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan intensif.
Kecelakaan itu terjadi hanya dua hari setelah Härtig resmi menikah dengan pasangannya.

Perjalanan ke Italia yang semula menjadi momen bulan madu berubah menjadi tragedi yang berakhir duka mendalam.
Setelah menjalani perawatan selama 19 hari, Härtig meninggal dunia di Jerman didampingi keluarga serta sahabat terdekatnya.
Laura Viktoria Härtig dikenal luas sebagai kreator konten yang aktif membagikan perjalanan wisata, pendakian, bersepeda, hingga aktivitas bermain ski melalui media sosial.
Unggahan pernikahannya memperlihatkan prosesi pengucapan janji suci di kawasan pegunungan Alpen dengan latar alam yang indah.
Video tersebut disertai keterangan bertuliskan “Soulmate for life” atau “Belahan jiwa untuk selamanya”.
Sementara itu, Peter Runggaldier memilih tidak memberikan penjelasan panjang terkait kecelakaan tersebut.
Dalam pernyataannya, ia berkata, “Saya meminta Anda menghormati masa duka saya dan kebutuhan saya akan privasi.”
Ia menambahkan, “Pikiran saya tertuju kepada semua orang yang terlibat dan keluarga mereka.”
Runggaldier juga menyampaikan, “Saya percaya pada pengertian Anda dan mohon dipahami bahwa untuk saat ini saya tidak akan memberikan wawancara maupun pernyataan lebih lanjut.”
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kecelakaan serius dapat terjadi bahkan di jalur wisata pegunungan yang populer di kalangan pesepeda dan pendaki.***