JAKARTA — Presiden RI Prabowo Subianto memimpin langsung Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Halaman Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (1/6/2026). Peringatan yang mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” itu menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali posisi Pancasila sebagai ideologi pemersatu bangsa sekaligus kontribusi Indonesia dalam membangun perdamaian global di tengah meningkatnya ketegangan dunia.
Suasana khidmat menyelimuti kawasan Gedung Pancasila sejak pagi. Sejumlah pejabat tinggi negara, pimpinan lembaga legislatif, tokoh nasional, serta unsur TNI dan Polri telah hadir sebelum upacara dimulai.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Presiden Prabowo tiba sekitar pukul 09.35 WIB. Kedatangannya disambut antusias siswa-siswi sekolah dasar yang berbaris membawa bendera Merah Putih di sepanjang jalur menuju lokasi acara.
Momen tersebut menjadi simbol kuat keterhubungan nilai-nilai Pancasila dengan generasi penerus bangsa. Anak-anak yang menyambut kepala negara menunjukkan harapan agar semangat kebangsaan terus diwariskan kepada generasi muda di tengah derasnya arus perubahan zaman.
Tak lama setelah Presiden tiba, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyusul hadir di lokasi upacara.
Saat menuju podium utama, Presiden Prabowo tampak berjalan berdampingan dengan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Kehadiran ketiganya dalam satu barisan menjadi perhatian peserta upacara dan tamu undangan yang hadir.
Upacara juga dihadiri jajaran Menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan DPR RI, pimpinan MPR RI, serta sejumlah pejabat tinggi negara lainnya.
Momentum Hari Lahir Pancasila tahun ini tidak hanya diperingati sebagai bagian dari sejarah lahirnya dasar negara, tetapi juga menjadi refleksi atas tantangan kebangsaan yang semakin kompleks. Di tengah dinamika geopolitik global, konflik antarnegara, hingga ancaman polarisasi sosial akibat perkembangan teknologi digital, nilai-nilai Pancasila dinilai tetap relevan sebagai pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sebelumnya, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi, menjelaskan bahwa tema yang diangkat pada peringatan tahun ini memiliki pesan yang lebih luas daripada sekadar konteks nasional.
“Tema ini adalah pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa, tetapi juga menjadi jawaban bagi terciptanya perdamaian dunia,” kata Yudian.
Menurutnya, nilai kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial yang terkandung dalam Pancasila dapat menjadi rujukan dalam menghadapi berbagai persoalan global yang saat ini semakin kompleks.
Yudian menilai Indonesia memiliki modal moral dan historis untuk menawarkan pendekatan yang lebih damai dalam hubungan antarbangsa. Karena itu, peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 diarahkan tidak hanya untuk memperkuat persatuan nasional, tetapi juga memperkenalkan nilai-nilai Pancasila sebagai kontribusi Indonesia bagi masyarakat dunia.
Selain tema, BPIP juga menetapkan penggunaan lambang Garuda Pancasila sebagai identitas visual utama peringatan tahun ini.
“Logo yang digunakan dalam peringatan tahun ini adalah lambang negara kita, yaitu Garuda Pancasila,” ujar Yudian.
Pemilihan Garuda Pancasila sebagai logo resmi dinilai mencerminkan kekuatan simbolik dasar negara yang telah menjadi fondasi Indonesia sejak kemerdekaan. Lambang tersebut sekaligus mengingatkan bahwa keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa yang dimiliki Indonesia dapat tetap bersatu dalam bingkai nilai-nilai Pancasila.
Peringatan Hari Lahir Pancasila setiap 1 Juni memiliki makna historis yang kuat. Pada tanggal tersebut tahun 1945, Presiden pertama RI, Soekarno, menyampaikan pidato di sidang BPUPKI yang kemudian menjadi cikal bakal lahirnya Pancasila sebagai dasar negara.
Lebih dari delapan dekade kemudian, nilai-nilai yang dirumuskan para pendiri bangsa itu masih menjadi pijakan utama Indonesia dalam menjaga persatuan nasional. Pemerintah berharap momentum Hari Lahir Pancasila tahun ini mampu memperkuat semangat kebangsaan sekaligus mengajak masyarakat untuk mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, baik di ruang publik maupun ruang digital.
Dengan mengusung pesan persatuan dan perdamaian, pemerintah ingin memastikan bahwa Pancasila tidak hanya dikenang sebagai warisan sejarah, tetapi juga terus hidup sebagai panduan menghadapi berbagai tantangan masa depan bangsa.