JAKARTA – Dalia Walker, seorang perempuan asal Buenos Aires, percaya ada kekuatan supranatural yang ikut berperan dalam kemenangan Argentina pada Piala Dunia 2022. “Saya pikir sihir membantu Argentina menang,” ujarnya.
Dalia merupakan bagian dari kelompok perempuan yang menamakan diri La Brujineta—gabungan kata bruja (penyihir) dan La Scaloneta, julukan tim Argentina asuhan Lionel Scaloni. Mereka melakukan ritual dengan lilin, doa, dan jimat demi mendukung Lionel Messi dan rekan-rekannya.
Meski beberapa ritual ditujukan untuk “membekukan” kekuatan lawan, Dalia lebih memilih menyalakan lilin biru-putih sebagai simbol energi positif. “Bagi saya, ini benar-benar Piala Dunia para penyihir,” katanya, dialnsir BBC, Jumat (19/6/2026).
Fenomena spiritual dalam sepak bola bukan hanya terjadi di Argentina. Di Peru, sekelompok dukun melakukan ritual demi lolos ke Piala Dunia, meski akhirnya kalah dari Australia. Di Afrika, praktik tradisional juga kerap dikaitkan dengan performa tim. Bahkan, Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) sempat melarang “penasihat tim” yang merujuk pada penyembuh spiritual.
Jurnalis Maher Mezahi menilai praktik spiritual di Afrika sering dipandang dengan curiga karena sepak bola dianggap terlalu berpusat pada Eropa. “Ini bukan sesuatu yang harus membuat orang Afrika merasa malu. Ini adalah bagian dari kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Di Ghana, doa dan agama menjadi bagian penting dukungan bagi tim nasional The Black Stars. Menteri Olahraga Kofi Iddie Adams bahkan meminta jemaat gereja mendoakan tim, sementara imam nasional menggelar salat khusus. “Kami percaya bahwa Tuhan berada di pusat dari segala yang kami lakukan,” kata jurnalis Nathan Laryea.
Tradisi religius juga tampak di Brasil. Pada Piala Dunia 2002, pemain Kaka mengenakan kaus bertuliskan “I belong to Jesus” usai kemenangan. Menjelang turnamen terbaru, pesawat tim Brasil bahkan “dibaptis” dengan semprotan mobil pemadam kebakaran sebelum lepas landas—sebuah simbol harapan untuk meraih gelar keenam.