JAKARTA – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump kembali menolak mengakui keterlibatan negaranya dalam serangan mematikan terhadap Sekolah Dasar Putri Shajarah Tayyebeh di Minab, Iran. Ia mengklaim “tidak melihat apa pun” yang membuktikan bahwa serangan itu dilakukan dengan rudal AS.
“Sungguh mengerikan apa yang terjadi, tetapi ada rudal yang berterbangan di mana-mana. Seseorang mengatakan itu adalah rudal kita. Nah, mungkin itu bukan rudal kita,” ujarnya, dilansir Sputnik, Kamis (25/6/2026).
Pernyataan tersebut muncul setelah sebelumnya Trump menyarankan Iran mungkin menyerang sekolahnya sendiri, meski pejabat Iran menegaskan serangan terjadi saat agresi AS-Israel pada 28 Februari. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut sedikitnya 171 siswi tewas dalam serangan itu.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menuding serangan dilancarkan dari pangkalan militer AS di Al Dhafra, Uni Emirat Arab. Komentar terbaru Trump dinilai kembali mengalihkan kesalahan dengan menyebut adanya “rudal yang berterbangan di mana-mana,” meski insiden ini tercatat sebagai salah satu serangan paling mematikan terhadap anak-anak selama agresi AS-Israel terhadap Iran.