Lanskap persaingan MotoGP dipastikan bakal berubah drastis pada musim 2027. Setelah Aprilia secara resmi mengumumkan kesepakatan kontrak fantastis berdurasi empat tahun dengan Francesco ‘Pecco’ Bagnaia menjelang GP Belanda, kubu Ducati akhirnya buka suara.
Manajer Tim Ducati Lenovo, Davide Tardozzi, secara terbuka mengakui bahwa kepergian pembalap terbaik mereka itu akan menciptakan peta persaingan yang sangat rumit bagi Ducati di masa depan. Bagnaia diprediksi bakal menjelma menjadi ancaman paling mengerikan di atas motor RS-GP milik Aprilia.
Efek Domino Kedatangan Pedro Acosta
Kabar hengkangnya Bagnaia sebenarnya sudah terendus sejak musim dingin lalu, tepatnya ketika rumor ketertarikan Ducati untuk merekrut talenta muda fenomenal, Pedro Acosta, mulai mencuat ke permukaan.
Sejak saat itu, masa depan pembalap asal Italia tersebut di Ducati mulai goyah, hingga akhirnya ia membulatkan tekad untuk mencari tantangan baru bersama Aprilia. Keputusan ini menyudahi loyalitas panjang Bagnaia yang membela Ducati sepanjang karier MotoGP-nya, mulai dari Pramac Racing (2019) hingga tim pabrikan (2021).
Secara statistik, Pecco Bagnaia adalah pembalap paling sukses sepanjang sejarah Ducati di MotoGP dengan torehan luar biasa 2 Kali Juara Dunia secara beruntun (2022 & 2023), 31 Kemenangan Seri Balap legendaris dan 63 Podium Kehormatan.
“Dia Bakal Jadi ‘Masalah’ yang Sangat Cepat Bagi Kami”
Meskipun kebersamaan mereka sempat diwarnai ketegangan akibat performa motor yang naik-turun sepanjang musim 2025, Tardozzi menegaskan hubungan personal antara dirinya dan Pecco tidak akan pernah luntur. Namun secara profesional, ia sangat tahu seberapa besar potensi bahaya yang dibawa Pecco ke garasi rival.
Kami tahu betul bahwa Pecco akan menjadi—tanda kutip—’masalah’ besar bagi kami, karena kami tahu dia adalah pembalap yang sangat, sangat cepat. Tetapi pada akhirnya, dia akan selalu berada di hati kami. Pecco adalah seorang sahabat, bukan sekadar pembalap berbakat.”
Perombakan Total Grid MotoGP 2027
Perpindahan Bagnaia ke Aprilia otomatis memicu efek domino yang merombak total formasi tim-tim raksasa untuk musim 2027:
-
Skuad Aprilia 2027: Bagnaia akan bertandem dengan kompatriotnya, Marco Bezzecchi, yang sudah lebih dulu mengamankan kontrak berdurasi dua tahun.
-
Posisi yang Digantikan: Di Aprilia, Pecco akan mengisi kursi yang ditinggalkan oleh Jorge Martin.
-
Gerakan Agresif Yamaha: Jorge Martin sendiri dipastikan berlabuh ke Yamaha untuk musim 2027 bersama bintang muda Ai Ogura, menyusul pengumuman resmi Yamaha yang mendepak duet Fabio Quartararo dan Alex Rins di akhir musim ini.