JAKARTA – Analisis satelit NASA menunjukkan skala kerusakan akibat gempa kembar di Venezuela jauh lebih besar dari laporan resmi pemerintah.
Sekitar 59.000 bangunan diperkirakan rusak atau hancur, sementara korbar tewas 1.943 orang dan 10.571 lainnya terluka.
Data radar Sentinel-1 milik Badan Antariksa Eropa digunakan untuk membandingkan citra pasca-gempa dengan 65 citra referensi dari tahun sebelumnya. Hasilnya, angka kerusakan jauh melampaui laporan Ketua Majelis Nasional Jorge Rodriguez yang menyebut 855 bangunan rusak, termasuk 189 di antaranya hancur.
Gempa berkekuatan 7,2 dan 7,5 yang mengguncang Yaracuy pada 24 Juni dengan selang waktu 39 detik menimbulkan dampak luas. WHO memperingatkan risiko wabah penyakit karena sistem kesehatan setempat sudah rapuh sebelum bencana. PBB menyoroti potensi ketegangan sosial akibat terbatasnya akses bantuan, sementara UNDP memperkirakan kerugian fisik langsung mencapai 6,7 miliar dolar AS.
Tragedi ini menegaskan besarnya tantangan kemanusiaan yang dihadapi Venezuela, dengan kebutuhan mendesak akan bantuan internasional untuk pemulihan jangka panjang.