JAKARTA – Penerbangan Air India dari Phuket, Thailand menuju New Delhi, India, mendadak mengalami situasi berbahaya setelah pesawat kehilangan ketinggian sekitar 300 kaki.
Insiden tersebut terjadi pada 4 Agustus 2026 dan membuat sejumlah penumpang serta awak kabin mengalami luka.
Belakangan, insiden itu semakin menjadi perhatian setelah pilot yang bertugas sebagai pilot in command (PIC) diketahui mendapatkan hasil positif dalam tes narkoba lanjutan. Sampel pilot tersebut dinyatakan positif mengandung marijuana atau ganja.
Pesawat yang mengoperasikan penerbangan Phuket-New Delhi tersebut mengalami penurunan ketinggian secara tiba-tiba ketika sedang berada di udara.
Kondisi itu membuat sejumlah penumpang yang tidak mengenakan sabuk pengaman terlempar dari tempat duduknya.
Menurut laporan yang beredar, total 20 penumpang dan empat awak mengalami luka dalam insiden tersebut.
Pesawat kemudian berhasil melanjutkan penerbangan dan mendarat dengan selamat di New Delhi.
Kondisi di dalam kokpit juga menjadi perhatian dalam penyelidikan. Pilot yang bertugas sebagai PIC disebut menunjukkan perilaku tidak normal selama penerbangan. Awak kabin bahkan harus membantunya kembali ke tempat duduk.
Dalam situasi tersebut, co-pilot mengambil alih kendali pesawat dan berhasil menstabilkan penerbangan hingga pesawat mendarat. Tindakan co-pilot tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah situasi berkembang menjadi lebih buruk.
Setelah pesawat mendarat, kedua pilot menjalani pemeriksaan terkait penggunaan zat psikoaktif sesuai prosedur yang berlaku.
Pada pemeriksaan awal, sampel PIC menunjukkan hasil yang memerlukan pemeriksaan lanjutan. Sampel kemudian dikirim ke laboratorium yang ditunjuk untuk menjalani tes konfirmasi.
Hasil pemeriksaan lanjutan tersebut akhirnya menunjukkan bahwa pilot positif marijuana. Temuan ini kemudian membuat otoritas penerbangan India memberikan perhatian lebih serius terhadap insiden tersebut.
Investigasi Masih Berjalan
Insiden tersebut kini masih dalam penyelidikan Aircraft Accident Investigation Bureau (AAIB) India.
Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui secara menyeluruh apa yang terjadi selama penerbangan, termasuk faktor manusia, teknis, operasional, dan medis.
Kementerian Penerbangan Sipil India juga telah meminta agar kasus tersebut ditangani secara serius.
Regulator penerbangan India, Directorate General of Civil Aviation (DGCA), turut diminta mengevaluasi aturan terkait pemeriksaan narkoba bagi awak pesawat.
Kementerian juga mengingatkan bahwa kesimpulan akhir mengenai penyebab insiden belum dapat ditentukan sebelum proses investigasi selesai.
Karena itu, hasil tes narkoba terhadap pilot tidak serta-merta dapat disebut sebagai penyebab pesawat kehilangan ketinggian.
Hubungan antara kondisi pilot dan kejadian di udara masih menjadi bagian dari penyelidikan.
Kasus ini kembali menyoroti pentingnya kondisi fisik dan mental awak pesawat sebelum menjalankan penerbangan.
Pilot memiliki tanggung jawab besar karena keselamatan ratusan penumpang bergantung pada kemampuan kru dalam mengambil keputusan selama penerbangan.
Bagi Air India, insiden tersebut menjadi persoalan serius karena terjadi ketika maskapai masih berada dalam sorotan terkait berbagai isu keselamatan penerbangan.
Kini, hasil investigasi AAIB dan evaluasi regulator akan menjadi penentu mengenai langkah selanjutnya terhadap kasus tersebut.***


