JAKARTA – Pemerintah menyiapkan tiga strategi utama untuk memperluas akses listrik hingga ke desa-desa terpencil, sebagai bagian dari target rasio elektrifikasi nasional mendekati 100 persen pada 2029 sesuai Perpres Nomor 117 Tahun 2025.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari, menjelaskan strategi pertama adalah memperluas jaringan listrik ke wilayah yang berdekatan dengan jaringan PLN. Kedua, membangun mini grid berbasis potensi energi setempat, termasuk energi baru terbarukan (EBT), untuk melayani permukiman terpencil dan kepulauan. Ketiga, menyediakan PLTS individual dengan baterai bagi permukiman yang tersebar dan sulit dijangkau jaringan listrik.
Program ini sejalan dengan Keputusan Menteri ESDM Nomor 316.K/TL.03/MEM.L/2025 tentang Peta Jalan Program Listrik Perdesaan dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) 2025–2029. Pemerintah juga akan memberikan BPBL kepada rumah tangga tidak mampu setelah jaringan tersedia.
Data PLN menunjukkan rasio elektrifikasi nasional telah mencapai 99,83 persen, rasio desa berlistrik 99,97 persen, dan rasio elektrifikasi yang dilayani langsung oleh PLN sebesar 98,56 persen.
Langkah ini diharapkan memperkuat pemerataan akses energi, memastikan desa terpencil mendapat layanan listrik berkelanjutan, sekaligus mendukung pembangunan ekonomi dan kualitas hidup masyarakat di seluruh Indonesia.